Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Kimberly-Clark Akuisisi Softex Indonesia US$1,2 Miliar

 

Kimberly-Clark Corporation, pionir produk konsumen global yang berkantor pusat di Texas, Amerika Serikat, mengumumkan untuk meng-akuisisi Softex Indonesia.

Akuisisi tersebut dilakukan dengan nilai transaksi tunai senilai US$1,2 miliar dari sekelompok pemegang saham termasuk CVC Capital Partners Asia Pacific IV.

"Transaksi ini menunjukkan keselarasan strategi yang sejalan dengan komitmen kami untuk mempercepat pertumbuhan di pasar negara berkembang," tutur Chairman dan CEO Kimberly-Clark Mike Hsu dalam keterangan resmi, Jumat (4/9).

Hsu menuturkan bergabungnya Softex Indonesia dengan keluarga Kimberly-Clark akan meningkatkan prospek pertumbuhan bisnis perusahaannya dan membantu meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Menurutnya, Indonesia merupakan pasar besar yang saat ini sedang berkembang dan mempunyai potensi sebagai pusat ekspor di Asia Tenggara.

Transaksi ini juga diyakini akan meningkatkan posisi Kimberly-Clark, yang masih terbatas di Indonesia, menjadi perusahaan dengan pangsa pasar yang kuat dalam 
kategori produk konsumen perawatan pribadi khusus wanita, terutama di Asia Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Bisnis Konsumen Kimberly-Clark di Asia-Pasifik Aaron Powell mengatakan pasar popok Indonesia yang saat ini diperkirakan mencapai US$1,6 miliar, menjadikan negara ini sebagai pasar popok terbesar ke-enam di dunia.

Sekitar 80 persen penjualan Softex Indonesia berasal dari penjualan popok, di mana Softex Indonesia menempati posisi nomor dua melalui brand Sweety® dan Happy Nappy® dan akan terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia.

Selebihnya, sebagian besar penjualan Softex Indonesia berasal dari kategori produk perawatan wanita dan perawatan khusus dewasa.

"Softex Indonesia telah membangun bisnis yang kuat, selalu berkembang dengan portofolio brand yang menguntungkan dan disukai oleh konsumen Indonesia," ujar Powell.

Direktur Utama PT Softex Indonesia Hendra Setiawan mengaku senang Softex Indonesia menjadi bagian dari Kimberly-Clark Corporation yang telah hadir di lebih dari 175 negara. 

"Softex Indonesia akan terus menghadirkan produk-produknya yang sukses dan unggul di Indonesia, sekaligus terus mengakselerasi pertumbuhan perusahaan dengan memanfaatkan keahlian global dan kemampuan inovasi Kimberly-Clark," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini