Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Hari Ini 4 September, Turun Jadi Rp1,021 Juta

 

Harga emas PT Antam (Persero) berada di level Rp1,021 juta per gram pada perdagangan Jumat (4/9). Harga emas tercatat turun Rp3.000 dari perdagangan sebelumnya.

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) tercatat turun Rp2 ribu menjadi Rp921 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp540,5 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,94 juta, 5 gram Rp4,88 juta, 10 gram Rp9,7 juta, 25 gram Rp24,13 juta, dan 50 gram Rp48,19 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,31 juta, 250 gram Rp240,51 juta, 500 gram Rp480,82 juta, dan 1 kilogram Rp961,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas naik 0,45 persen ke posisi US$1.946,5 per troy ons.

Serupa, harga emas di perdagangan spot menguat 0,49 persen ke US$1.940,35 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas tertekan jelang akhir pekan. Hal ini karena dolar AS berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.

Menurut Ariston, pelaku pasar kini sedang menanti rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll/NFP) periode Agustus 2020. Data ini biasanya memberikan pengaruh besar terhadap seluruh pergerakan aset keuangan dan komoditas, termasuk emas.

"Harga emas berpotensi mendapatkan tekanan karena penguatan dolar AS. Bila data NFP pada Agustus 2020 memperlihatkan hasil yang positif yang berarti banyak masyarakat AS yang dipekerjakan," papar Ariston

Jumat (4/9).

Ia menjelaskan sebagian data ekonomi AS telah menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat dari data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang tercatat turun pada Agustus 2020.

"Artinya semakin sedikit orang yang tidak bekerja di AS," jelas Ariston.

Menurutnya, harga emas internasional akan berada di bawah US$2.000 per troy ons. Tepatnya, Ariston memprediksi harga emas bergerak dalam rentang US$1.880 per troy ons hingga US$1.990 per troy ons.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini