Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laju IHSG Diproyeksi Bervariasi Sambut PSBB Total Hari Ini

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tekanan pada perdagangan hari ini, Senin (14/9). Faktor utama karena penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta. 

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee melihat sentimen PSBB total telah membuat pasar modal tertekan pada pekan lalu. Ia memperkirakan IHSG bakal berada di rentang support 4.878 sampai 4.712 dan resistance di 5.084 sampai 5.256. 

"Pelaku pasar lebih baik melakukan penjualan lebih dahulu ketika pasar menguat untuk mengantisipasi dampak negatif penerapan PSBB total pada perekonomian," ujar Hans dalam risetnya, dikutip Senin (14/9). 

Sebaliknya, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melihat pelemahan IHSG tak akan sedalam pekan lalu.

IHSG justru dilihat punya potensi penguatan terbatas yang merupakan momen kebangkitan bursa saham secara teknikal usai tertekan pada akhir pekan lalu. 

Kendati begitu, potensi penguatan IHSG kemungkinan tidak akan besar karena masih dibayangi sentimen fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas.

Proyeksinya, IHSG berada di rentang 4.711 sampai 5.088. "Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang yang cukup terbatas," terang William

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini