Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wall Street disulut perbaikan tiga data ekonomi



PT Bestprofit - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup dengan kenaikan tajam pada perdagangan Selasa. Saham-saham energi dan data kepercayaan konsumen yang menguat ke level tertinggi dalam 16 tahun terakhir, menjadi tenaga Wall Street lesu dalam delapan hari terakhir. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 150,52 poin atau 0,73% menjadi 20.701,5. Indeks S&P 500 bertambah 16,98 poin atau 0,73% menjadi 2.358,57. 

Sedangkan Nasdaq Composite naik 34,77 poin atau 0,6% menjado 5.875,14. Kepercayaan konsumen warga AS bulan Maret ada di posisi terkuat selama 16 tahun terakhir didorong optimisme akan lapangan pekerjaan. Pasar saham AS kian bertenaga setelah pengumuman defisit perdagangan bulan Februari menyempit serta kenaikan harga rumah pada bulan Januari. Data-data tersebut menjadi dasar penguatan ini. 

Kepercayaan konsumen dan optimisme yang tinggi selama ini mendasari ketahanan pasar saham," kata Jim Davis, Regional Investment Manager di US Bank Wealth Management di Springfield, Illinois. Data tersebut menjadi angin segar bursa AS yang lebih dari sepekan tertekan lantaran diliputi kekhawatiran akan kemampuan Presiden AS Donald Trump melobi kongres untuk meloloskan kebijakan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)