Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah stabil berkat rencana S&P

Bestprofit - JAKARTA. Rencana kenaikan rating utang oleh Standard & Poor's (S&P) mengangkat rupiah pekan ini. Di pasar spot, Jumat, rupiah melemah 0,02% menjadi Rp 13.327 per dollar AS. Tapi dalam sepekan terakhir, rupiah terangkat 0,13%. Sementara kurs tengah rupiah versi Bank menguat 0,02% menuju Rp 13.329 per dollar AS. 

Sementara dalam sepekan, kurs tengah rupiah BI naik 0,09%. Ekonom Bank Permata Josua Perdede mengatakan, pergerakan rupiah sepekan ini terangkat berkat arus modal asing. Sejak awal pekan hingga Kamis, tercatat net buy yang masuk ke pasar saham US$ 134 juta, sementara di pasar obligasi US$ 870 juta.

Sementara analis Monex Investindo Futures Agus Chandra bilang, kedatangan S&P berhasil menahan laju pelemahan rupiah. Sepekan ke depan, pergerakan rupiah akan bergantung pada data ekonomi AS dan perkembangan isu Brexit di Inggris.

Karena itu, Agus memperkirakan, pekan depan rupiah melemah terbatas di rentang Rp 13.250-Rp 13.445 per dollar AS. Sedang Josua menghitung, rupiah bergerak stabil di kisaran Rp 13.300-Rp 13.400 per dollar AS sepanjang pekan depan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini