Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah diprediksi stabil meski suku bunga AS naik




Bestprofit - JAKARTA. Kenaikan suku bunga The Fed tidak akan menjadi penekan laju rupiah. Pergerakan mata uang garuda akan tetap stabil jika The Fed tidak memberi pernyataan mengejutkan. Di Pasar Spot, Rabu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat tipis 0,04% ke level Rp 13.364 dibanding sehari sebelumnya. 

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,11% ke level Rp 13.375. Josua Pardede, Ekonom PT Bank Permata menjelaskan, pergerakan rupiah cenderung terbatas lantaran masih menanti pengumuman suku bunga The Fed. "Di sisi lain penguatan dollar AS tertahan karena kenaikan mata uang poundsterling," ujarnya.

Data neraca perdagangan dalam negeri masih akan menjadi pendukung rupiah setelah pengumuman suku bunga The Fed. Apalagi, BI kemungkinan masih akan menahan BI 7-Day Repo Rate di level 4,75% dalam rapat, Kamis. Tetapi pasar akan mencermati pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen setelah pengumuman suku bunga.

Pelaku pasar ingin mengetahui bagaimana rencana kenaikan suku bunga tahun ini dan proyeksi ekonomi AS dalam beberapa tahun ke depan," lanjut Josua. Jika tidak ada kejutan dalam pernyataan Yellen, Josua memprediksi rupiah akan cenderung stabil.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini