Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah rentan koreksi hari ini

PT Bestprofit - JAKARTA. Pelaku pasar harap-harap cemas menanti rapat FOMC. Alhasil, kurs spot rupiah selama tiga hari terakhir ditutup stagnan di Rp 13.350 per dollar AS. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga cuma naik tipis 0,07% jadi Rp 13.340 per dollar. Analis SoeGee Futures Nizar Hilmy mengatakan. 

Rupiah kemarin bergerak stabil ditopang oleh data cadangan devisa akhir Februari yang mencapai US$ 119,9 miliar, naik dari bulan sebelumnya sebesar US$ 116,9 miliar.  Tapi rupiah sulit naik tajam lantaran dollar AS juga dalam tren positif akibat rencana kenaikan suku bunga The Fed. Pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pekan lalu mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga bulan ini," kata Nizar. 

Berdasarkan survei, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di bulan ini mencapai 86%. Kini, Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, bilang, pelaku pasar menanti data tenaga kerja AS Februari, yang dirilis akhir pekan ini. Data ini akan menentukan arah suku bunga. Kamis, Rully memprediksi rupiah melemah dan bergerak di kisaran Rp 13.315-Rp 13.370. Nizar menganalisa rupiah melemah dan bergerak di Rp 13.330-Rp 13.360.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini