Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Di level terendah 5 pekan, emas bisa anjlok lagi



Best Profit - NEW YORK. Harga emas dunia anjlok ke posisi terendahnya dalam lima tahun terakhir pada Kamis. Mengutip data CNBC, pada penutupan semalam, harga emas di pasar spot turun 0,32% menjadi US$ 1.203,58 per troy ounce. Bahkan pada transaksi sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level US$ 1.202,70 per troy ounce yang merupakan level terendah sejak 1 Februari lalu.

Sedangkan harga kontrak emas turun US$ 6,20 menjadi US$ 1.203,20 per troy ounce. Sebelumnya, harga kontrak emas sempat tertekan ke posisi US$ 1.202,90 per troy ounce yang merupakan posisi terendah sejak 1 Februari lalu. Sejumlah analis meramal, harga emas akan anjlok lebih dalam seiring adanya keyakinan bahwa suku bunga AS akan dinaikkan pada bulan ini.

Kuatnya data ekonomi AS dan pernyataan dari the Federal Reserve telah mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan ini. Sekadar tambahan informasi, ekspektasi market untuk kenaikan suku bunga AS pada pekan depat semakin melonjak dalam beberapa pekan terakhir di tengah retorika hawkish The Fed dan data ekonomi AS yang solid. Berdasarkan CME Group's FedWatch tool, ekspektasi kenaikan suku bunga Maret berada di level 90,8%.

Kita akan melihat harga emas akan terus melorot seiring dirilisnya sejumlah data yang mengonfirmasi apa yang diprediksi market. Saya tidak akan terkejut jika emas anjlok ke bawah US$ 1.200 dalam beberapa hari ke depan," jelas Bernard Dahdah, metals analys Natixis. Investor saat ini tengah menanti dirilisnya data tenaga kerja non-pertanian yang menjadi barometer mengenai perekonomian AS.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini