Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Poundsterling taklukan keperkasaan Dollar AS

Bestprofit - JAKARTA. Poundsterling berhasil menguat tipis atas Dollar AS. Mata uang Uak Sam ini merosot setelah data ekonomi AS tidak memuaskan pelaku pasar. Mengutip Bloomberg, Jumat, pasangan GBP/USD terangkat tipis 0,02% ke level 1,2167 dibanding hari sebelumnya. Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, penguatan poundsterling tidak signifikan mengingat sebenarnya data ekonomi Inggris masih mengecewakan pasar. 

Salah satunya adalah data manufaktur Inggris Februari 2017 yang turun dari 2,2% menjadi minus 1,9%. Begitu juga dengan produksi konstruksi yang turun dari 1,8% menjadi minus 0,4% dan produksi industri dari 0,9% menjadi minus 0,4%. Hanya saja memang USD melemah lebih dalam sehingga ada kans poundsterling membalikkan arah terbatas," kata Faisyal.

Hal ini terjadi akibat data upah tenaga kerja AS yang stagnan di level 0,2%. Neraca belanja The Fed juga defisitnya membengkak dari sebelumnya surplus US$ 51,3 miliar menjadi defisit US$ 192 miliar. Belum lagi angka tenaga kerja AS Februari 2017 tergelincir dari 238.000 orang menjadi 235.000 orang.

Data-data ini tidak memuaskan seperti harapan dan sesaat memicu pelaku pasar untuk melepas USD sekaligus profit taking karena sudah menguat tajam," tutur Faisyal. Ia memprediksi Senin penguatan GBP/USD berpotensi melanjutkan penguatan terbatas. Ini lantaran di pekan depan baik Inggris maupun AS minim data yang akan rilis. Sehingga imbas dari data akhir pekan lalu masih akan terasa dan membayangi pasar.

Mendekati Kamis dini hari saat hasil FOMC rilis USD punya kecenderungan tertekan dulu. Kecuali nanti ada data inflasi di tengah pekan yang bagus dan itu bisa memicu pembalikan arah," ujar Faisyal. Ini yang lantas mengarahkan Faisyal pada prediksi untuk jangka pendek GBP/USD berpeluang jaga rebound.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini