Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa AS terseret saham energi dan maskapai




Best Profit - NEW YORK. Penurunan harga minyak mentah dan saham-saham maskapai menyeret turun bursa Amerika Serikat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Di sisi lain, tak banyak investor melakukan transaksi lantaran menunggu pengumuman suku bunga bank sentral Federal Reserve Rabu nanti malam, yang diperkirakan pasar akan naik.

Dow Jones Industrial Average turun 44,11 poin atau 0,21% menjadi 20.837,37. Indeks S&P 500 kehilangan 8,02 poin atau 0,34% menjadi 2.365,45. Sedangkan Nasdaq Composite jatuh 18,97 poin atau 0,32% menjadi 5.856,82. Sebanyak 56,23 miliar saham berpindah tangan dalam transaksi bursa AS kemarin, berbanding dengan volume 6,93 miliar per hari dalam 20 hari terakhir.  

Tidak ada kabar baik. Pasokan minyak pun bahkan tidak berkurang untuk mendorong pergerakan harga," kata Kim Forrest, Senior Equity Research Analyst di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh. Harga minyak mentah merosot memukul sektor saham energi 1,1% kemarin. Harga minyak menyentuh level terendah sejak akhir November setelah OPEC mengumumkan kenaikan cadangan minyak global dan memperkirakan produksi minyak negara-negara di luar grup.

Lebih tinggi ketimbang perkiraan awal untuk tahun 2017. Saham-saham maskapai AS merosot akibat adanya badai salju di bagian timur laut AS, sehingga banyak penerbangan ditunda.  Selain itu, saham-saham rumah sakit dan kesehatan ikut tumbang, menumpangi rencana perubahan Obamacare, bahwa 14 juta warga Amerika akan kehilangan asuransi kesehatan tahun depan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini