Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa AS lesu menunggu reformasi pajak ala Trump


Bestprofit - NEW YORK. Bursa Amerika Serikat ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin. Pasar mulai khawatir dengan langkah pemerintah yang menunda-nunda pembahasan reformasi pajak. Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04% menjadi 20.905,86, sedangkan Indeks S&P 500 kehilangan 0,2% menjadi 2.373,47.  

Saham Nasdaq Composite naik tipis 0,01% menjadi 5.901,53, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday. Saham Apple yang naik 1,05% dan mencetak rekor baru US$ 141,46 didorong euforia pasar atas iPhone 8, tak mampu mengangkat bursa AS kemarin.  Direktur FBI James Comey kemarin mengumumkan tidak ada bukti bahwa mantan Presiden AS Barack Obama menyadap telepon Presiden Trump selama masa kampanye 2016, seperti yang dituduhkan Trump. 

Malah, Comey menegaskan akan memeriksa potensi intervensi Rusia selama masa kampanye Trump. Keributan ini mengalihkan perhatian yang seharusnya ditujukan pada rencana Republik merombak undang-undang kesehatan dan reformasi pajak. Satu hari lagi terbuang ketimbang membahas kebijakan. Pasar ingin reformasi pajak, dan kita ingin undang-undang kesehatan beres sebelum reformasi pajak," kata Ian Winer, Direktur Trading di Wedbush Securities di Los Angeles, dikutip Reuters.  

Saham top gainers lainnya di Bursa AS antara lain Walt Disney yang naik 0,85% setelah Beauty and The Beast mencetak penjualan tertinggi box office, serta Caterpillar yang meloncat 2,68% setelah laporan berhasil memperbaiki penjualan di akhir Februari. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini