Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Tergelincir Imbas Penguatan Dolar



Best Profit - Harga emas melemah pada penutupan perdagangan Rabu kemarin. Penurunan ini membukukan dua sesi berturut-turut pada hari Rabu. Melansir Marketwatch, Kamis, pemicu pelemahan harga emas adalah menguatnya mata uang dolar, kenaikan saham AS, dan perkiraan kenaikan suku bunga pada Mare ini oleh The Federal Reserve.

Emas untuk pengiriman April turun US$ 3,9 atau 0,3 peren utnuk menetap di level US$ 1.250 per ounce. Harga itu adalah yang terendah sejak 22 Februari 2017, menurut data dari Factset. Harga mendapatkan keuntungan 3,5 persen sepanjang Februari. Sementara harga perak naik 2 sen atau 0,1 persen ke level US$ 18,48. 

Kombinasi dari respon pidato Presiden AS Donald Trump di kongres dan pertemuan The Fed pada pertengahan Maret bisa memengaruhi harga emas, stagnan atau terkonsolidasi dalam dua pekan ke depan. Tak lama setelah Beige Book The Fed keluar pada Rabu, harga emas kemudian turun US$ 1.247 di perdagangan elektronik.

Beige Book yang merupakan koleksi dari anekdot mengenai ekonomi sebelum the Fed membuat keputusan untuk kenaikan suku bunga menunjukkan bahwa kenaikan optimisme bisnis setelah pemilihan presiden sedikit mereda.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)