Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Minyak mentah tertekan cadangan minyak AS

PT Bestprofit - JAKARTA. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali mengalami koreksi. Pergerakan harga komoditas energi ini tertekan sentimen negatif dari kenaikan produksi dan cadangan minyak Amerika Serikat. Bahkan diperkirakan trend pelemahan ini masih akan terus berlanjut hingga tengah tahun.

Mengutip Bloomberg, Rabu pukul 17.10 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Mei 2017 tercatat koreksi 1,47% ke level US$ 47,56 per barel. Namun jika dibandingkan sepekan sebelumnya pelemahannya sudah mencapai 3,69%. Menurut Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures kondisi ini terjadi karena tekanan peningkatan cadangan minyak mentah AS. 

Meski kini beberapa negara penghasil minyak dan OPEC tengah menjalankan program pemangkasan produksi, tetapi investor sepertinya masih tetap khawatir akan terjadinya peningkatan pasokan minyak mentah global. Kalau AS menargetkan penambahan produksi sampai akhir tahun 2017 menjadi 9 juta barel sementara pemangkasan OPEC cuma sampai pertengahan tahun artinya pasokan pasti akan bertambah. 

American Pertroleum Institute (API) merilis sepanjang pekan lalu cadangan minyak meningkat 4,5 juta barel ke level 533,6 juta barel. Kemudian US Energy Information Administration (EIA) juga memperkirakan hal serupa. Walaupun kepastian hasilnya baru akan disampaikan pada Rabu malam, tetapi ia sudah memperkirakan dalam pekan yang berakhir 17 Maret terjadi peningkatan cadangan minyak sekitar 3 juta barel menjadi 531,2 juta barel.

Penambahan stok minyak negeri Paman Sam itu juga semakin diperparah lantaran sampai saat ini OPEC masih belum juga memberikan kepastian terkait rencana melanjutkan pemangkasan produksinya. Kata Deddy wacana tanpa kejelasan itu mendorong kekhawatiran pelaku pasar. Penurunan produksi di Irak pun akhirnya menjadi tidak berpengaruh,” timpalnya. 

Padahal kabar penurunan produksi negara penghasil minyak kedua terbesar itu seharusnya bisa menjadi sentimen positif yang mengangkat harga. Produksi minyak mentah Irak bulan Februari diperkirakan turun 115 ribu barel per hari ke level 4,43 juta barel per hari atau berkurang 2,5% dibanding bulan Januari. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025