Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Minyak mentah tertekan cadangan minyak AS

PT Bestprofit - JAKARTA. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali mengalami koreksi. Pergerakan harga komoditas energi ini tertekan sentimen negatif dari kenaikan produksi dan cadangan minyak Amerika Serikat. Bahkan diperkirakan trend pelemahan ini masih akan terus berlanjut hingga tengah tahun.

Mengutip Bloomberg, Rabu pukul 17.10 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Mei 2017 tercatat koreksi 1,47% ke level US$ 47,56 per barel. Namun jika dibandingkan sepekan sebelumnya pelemahannya sudah mencapai 3,69%. Menurut Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures kondisi ini terjadi karena tekanan peningkatan cadangan minyak mentah AS. 

Meski kini beberapa negara penghasil minyak dan OPEC tengah menjalankan program pemangkasan produksi, tetapi investor sepertinya masih tetap khawatir akan terjadinya peningkatan pasokan minyak mentah global. Kalau AS menargetkan penambahan produksi sampai akhir tahun 2017 menjadi 9 juta barel sementara pemangkasan OPEC cuma sampai pertengahan tahun artinya pasokan pasti akan bertambah. 

American Pertroleum Institute (API) merilis sepanjang pekan lalu cadangan minyak meningkat 4,5 juta barel ke level 533,6 juta barel. Kemudian US Energy Information Administration (EIA) juga memperkirakan hal serupa. Walaupun kepastian hasilnya baru akan disampaikan pada Rabu malam, tetapi ia sudah memperkirakan dalam pekan yang berakhir 17 Maret terjadi peningkatan cadangan minyak sekitar 3 juta barel menjadi 531,2 juta barel.

Penambahan stok minyak negeri Paman Sam itu juga semakin diperparah lantaran sampai saat ini OPEC masih belum juga memberikan kepastian terkait rencana melanjutkan pemangkasan produksinya. Kata Deddy wacana tanpa kejelasan itu mendorong kekhawatiran pelaku pasar. Penurunan produksi di Irak pun akhirnya menjadi tidak berpengaruh,” timpalnya. 

Padahal kabar penurunan produksi negara penghasil minyak kedua terbesar itu seharusnya bisa menjadi sentimen positif yang mengangkat harga. Produksi minyak mentah Irak bulan Februari diperkirakan turun 115 ribu barel per hari ke level 4,43 juta barel per hari atau berkurang 2,5% dibanding bulan Januari. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini