Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kenalkan Nih! RAMBO, Senjata Militer Amerika yang Dibuat dengan Printer 3D




PT Bestprofit - Teknologi printer 3D kini memang telah berkembang pesat. Berbagai barang pun bisa diciptakan dengan teknik ini. Termasuk di antaranya adalah sebuah rumah. Namun siapa sangka, kalau teknologi ini bisa pula dipakai untuk membuat senjata perang.

Perkenalkan, sebuah senjata berupa grenade launcher milik Amerika Serikat yang diproduksi dengan menggunakan teknik 3D. Menariknya, grenade launcher tersebut memiliki nama RAMBO. Nama ini digunakan bukan karena film perang yang dibintangi oleh Sylvester Stallon. Melainkan kepanjangan dari Rapid Additively Manufactured Ballistcs Ordnance.

Engineer militer Amerika membutuhkan waktu enam bulan untuk mendesain senjata ini. Mereka membangun launcher 40 mm ini dengan menggunakan desain senjata M203. Hampir semua komponen, kecuali pegas, pun dibuat dengan menggunakan printer 3D. Termasuk adalah cartridge kaliber 38.

Pihak militer pun telah melakukan pengujian terhadap senjata dari teknolgoi printer 3D ini pada bulan Oktober lalu. Dalam pernyataanya, perwakilan militer Amerika mengungkapkan kalau mereka puas dengan performa dari senjata ini. Meski begitu, masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai penggunaan senjata ini dalam medan perang yang diikuti oleh prajurit Amerika. 

Paling tidak, hal ini menunjukkan langkah investasi masa depan oleh negeri Paman Sam tersebut. Apalagi, teknologi ini digunakan dalam rangka mengungi sampah dunia. Dan, teknologi printer 3D pun kini digunakan dalam berbagai bidang. Mulai dari medis, hingga elektronik.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini