Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Besok, bisa sell on strength untuk GBP/JPY


JAKARTA. Tren pelemahan yang masih membalut GBP/JPY membawa analis pada dugaan koreksi yang masih membayangi pergerakan pasangan ini pada Kamis. Mengutip Bloomberg, Rabu pukul 19.20 WIB pasangan GBP/JPY tersungkur 0,47% ke level 137,74 dibanding hari sebelumnya. “Yen masih cukup kuat untuk bertahan unggul,” kata Anthonius.

Apalagi mengingat besok Inggris minim dukungan data ekonomi terbaru. Sehingga sentimen negatif yang terjadi hari ini masih bisa berlanjut. Hal senada juga terjadi pada yen. Namun di akhir pekan nanti pasar menanti data inflasi nasional dan Tokyo yang diprediksi membaik. Harapan membaiknya data tersebut bisa menjadi suntikan tenaga tambahan bagi yen jelang rilisnya data. 

Namun memang jika pelemahan terjadi secara signifikan bukan tidak mungkin GBP/JPY mendulang rebound teknikal sesaat. “Maka untuk besok lebih baik sell on strength untuk posisi trading pasangan ini,” saran Anthonius. Dari sisi teknikal dijabarkan, berdasarkan price action analysis, pasangan GBP/JPY terlihat masih dalam balutan tren bearish. 

Idealnya pasangan ini akan terus melanjutkan pelemahan. Terutama dengan terbentuknya pola divergence yang membawa pasangan bisa melemah ke area support berikutnya. Pertimbangkan support di kisaran 136,31 – 137,19 dan resistance 140,42 – 142,06 untuk besok,” tutup Anthonius.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini