Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Melemah 0,11% ke Rp 16.270 per Dolar AS pada Selasa (3/6) Pagi

 

Rupiah spot dibuka melemah pada perdagangan Selasa (3/6) pagi. Pukul 09.00 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.270 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.253 per dolar AS.

Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,32%, disusul baht Thailand yang melemah 0,13%, dolar Singapura melemah 0,12%, rupiah melemah 0,11%, dolar Taiwan melemah 0,07%, dan yuan China yang melemah 0,001% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia menguat 0,40%, won Korea menguat 0,09%, pesso Filipina menguat 0,04% dan dolar Hong Kong menguat 0,01% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,83, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,70.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?