Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Elang Mahkota (EMTK) Beli 668,20 Juta Saham Surya Citra (SCMA), Begini Rinciannya

 

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membeli 668,20 juta saham anak usahanya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Melansir keterbukaan informasi, pembelian saham itu dilakukan dalam beberapa kali transaksi yang terlaksana pada tanggal 12-25 Juni 2025.

Sekretaris Perusahaan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk Titi Maria Rusli mengatakan, 668.206.000 saham itu mewakili 0,90% dari total saham yang dikeluarkan dan disetor SCMA.

Pada tanggal 12 Juni, EMTK membeli 25,20 juta saham SCMA dengan harga rata-rata pembelian Rp 167 per saham. Pada tanggal 13 Juni, saham yang dibeli 24,20 juta saham dengan harga rata-rata pembelian Rp 165 per saham.

Lalu, pada tanggal 16 Juni, saham yang dibeli 9,89 juta saham dengan harga rata-rata pembelian Rp 163 per saham. Pada tanggal 17 Juni, EMTK beli 30,53 juta saham dengan harga rata-rata 166 per saham. Pada tanggal 18 Juni, EMTK beli 26,65 juta saham dengan harga rata-rata pembelian Rp 166 per saham.

Kemudian, tanggal 19 Juni, saham yang dibeli 94 juta dengan harga rata-rata pembelian Rp 162 per saham. Tanggal 20 Juni saham yang dibeli sebanyak 360juta saham dengan harga rerata Rp 160 per saham. Terakhir, pada 25 Juni EMTK membeli 97,71 juta saham dengan harga rerata Rp 148 per saham.

“Tujuan transaksi untuk investasi dan status kepemilikan secara langsung,” ujarnya dalam keterbukaan informasi tanggal 26 Juni 2025.

Sebelum transaksi, jumlah saham SCMA yang digenggam EMTK sebanyak 47,35 miliar saham. Persentase hak suara EMTK sebesar 64,02%.

Setelah transaksi jumlah saham SCMA yang dimiliki EMTK menjadi 48,02 miliar. Persentase hak suara EMTK jadi 64,92%. EMTK pun tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengendali SCMA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?