Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saham Melonjak 210%, BEI Setop Perdagangan Xolare RCR Energy (SOLA)

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) mulai sesi I perdagangan hari ini, Kamis (19/6). 

Suspensi perdagangan saham SOLA dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Penghentian sementara perdagangan saham SOLA ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang keputusan investasinya.

“Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulis Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Rabu (18/6).

Pada penutupan perdagangan Rabu (18/6), saham SOLA naik 5,44% ke level Rp 155. Volume transaksi SOLA mencapai 154 juta lembar saham, nilai total transaksinya mencapai Rp 23,31 miliar dalam sehari, dan saham ini diperdagangkan sebanyak 3,6 ribu kali.

Sementara seminggu terakhir, saham SOLA sudah naik 11,51%. Tidak kalah signifikan, pergerakan saham SOLA dalam sebulan terakhir pun meroket hingga 40,91%. Sementara secara tahun berjalan (YTD), saham SOLA melejit hingga 210%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini