Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?

 

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten pengolahan sarang burung walet dengan merek Realfood, resmi debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/12/2025). Pada hari pertama perdagangan, saham RLCO langsung melonjak 34,52% ke level Rp 226 per saham, menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) sejak pembukaan pasar.

Sebelumnya, RLCO menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) di Rp 168 per saham, yang merupakan batas atas rentang harga bookbuilding Rp 150–Rp 168 per saham.

RLCO menawarkan maksimal 625 juta saham, sehingga berpotensi meraih dana segar sekitar Rp 105 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal disetor.

Rencana penggunaan dana IPO:
- 56,33% untuk modal kerja, terutama pembelian bahan baku sarang burung walet.  
- 43,67% untuk penyertaan modal kepada PT Realfood Winta Asia, juga untuk pengadaan bahan baku sarang burung walet.

Antusiasme Investor dan Prospek Bisnis

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai performa RLCO pada hari pertama melantai sangat impresif. Menurutnya, lonjakan harga yang langsung menyentuh ARA menunjukkan antusiasme tinggi investor terhadap prospek jangka panjang RLCO.

Transformasi bisnis perseroan dari sekadar pemain komoditas menjadi perusahaan industri bernilai tambah dengan fokus pada produk kesehatan premium dinilai menjadi salah satu daya tarik utama.

Dengan kapitalisasi pasar awal sekitar Rp 525 miliar, RLCO memiliki ruang cukup besar untuk memperkuat fundamental, terutama melalui:
- optimalisasi modal kerja,
- penguatan rantai pasok,
- penyediaan bahan baku untuk kebutuhan perseroan dan Realfood Winta Asia.

“Strategi ini menunjukkan fokus perusahaan dalam memperbesar kapasitas produksi sekaligus mengamankan suplai bahan baku di tengah permintaan yang meningkat,” ujar Hendra.

Kinerja dan Ekspansi Pasar

Pada lima bulan pertama tahun 2025, RLCO mencatat pertumbuhan penjualan 47,56%, menandakan permintaan yang solid terhadap produk kesehatan berbasis *natural ingredients*.

RLCO juga memperluas pasar ke:
- China  
- Hong Kong  
- Amerika Serikat  
- Vietnam  
- Thailand  

Ekspansi regional ini dinilai membuka peluang pertumbuhan volume yang lebih stabil.

Prospek Saham RLCO dan Rekomendasi Analis

Secara teknikal, pergerakan harga yang langsung ARA menandakan minat spekulatif jangka pendek yang cukup kuat. Momentum ini berpotensi mendorong kelanjutan tren penguatan.

Menurut Hendra, RLCO layak diperhatikan sebagai saham pertumbuhan, seiring:
- momentum IPO yang positif,  
- tren industri *health & wellness* yang masih berkembang,  
- ekspansi agresif ke pasar internasional.

Untuk jangka pendek, saham RLCO berpotensi menuju area resistensi psikologis Rp 352 per saham, dengan catatan sentimen pasar dan arus beli investor ritel masih terjaga.

Hendra merekomendasikan Buy on Momentum dengan target awal Rp 300–Rp 352 per saham. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas yang lazim terjadi setelah IPO.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)