Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.200 Per Gram Pada Hari Ini (30/6)

 

Nilai tukar rupiah bergerak tipis di awal perdagangan hari ini. Senin (30/6), rupiah dibuka di level Rp 16.200 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,03% dibanding penutupan Jumat (27/6) yang berada di Rp 16.195 per dolar AS. Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.

Hingga pukul 09.04 WIB, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,09%.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,37%. Disusul, ringgit Malaysia yang melonjak 0,31%.

Berikutnya, yen jepang yang terangkat 0,3% dan baht Thailand yang menanjak 0,24%. Lalu ada peso Filipina yang terapresiasi 0,22%.

Selanjutnya, dolar Singapura yang naik 0,13% dan yuan China yang terkerek 0,1% di pagi ini.

Diikuti, dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,001% terhadap the greenback.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?