Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Minyak Melanjutkan Penguatan di Tengah Tensi Geopolitik yang Memanas

 

Harga minyak mentah WTI berjangka naik ke sekitar US$ 63,1 per barel pada hari Selasa (3/6). Ini memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. 

Putaran kedua perundingan perdamaian langsung antara Rusia dan Ukraina pada hari Senin (2/6) gagal menghasilkan kemajuan substansial. Kondisi ini meredam harapan untuk resolusi konflik yang telah berlangsung selama 3 tahun. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (3/6), perundingan itu terjadi sehari setelah meningkatnya tensi, ketika Ukraina melancarkan serangan pesawat tak berawak ke pangkalan udara Rusia. 

Sementara itu, OPEC+ mempertahankan peningkatan produksi pada bulan Juli pada tingkat yang sama dengan dua bulan sebelumnya. Ini meredakan kekhawatiran akan peningkatan pasokan yang lebih besar yang dapat menekan harga. 

Selain itu, dolar AS yang lebih lemah meningkatkan daya tarik komoditas berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) seperti minyak mentah. 

Dolar AS jatuh di tengah ketegangan perdagangan yang baru, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium, di samping meningkatnya ketidakpastian atas kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025