Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Spot Naik ke US$ 3.371,3 Senin (23/6) Pagi, Permintaan Safe Haven Melesat

 

Harga emas bergerak naik tipis pada awal pekan ini, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah kekhawatiran akan potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Investor menantikan respons Iran atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 3.371,30 per ons troi pada Senin pagi (23/6) pukul 00.20 GMT, sementara emas berjangka AS tercatat stabil di level US$ 3.387,20 per ons troi.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah AS bergabung dengan Israel dalam serangan besar terhadap situs-situs nuklir Iran, menjadikannya aksi militer Barat terbesar terhadap Republik Islam tersebut sejak Revolusi Iran tahun 1979.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan balasan.

Ia menyatakan bahwa setiap aksi balasan akan memicu serangan tambahan, kecuali Iran bersedia menempuh jalur damai.

Namun demikian, Iran bersumpah akan membalas. Pertukaran serangan rudal antara Iran dan Israel terus berlangsung sepanjang akhir pekan.

Jet tempur Israel dilaporkan menyerang situs militer di Iran bagian barat, sementara rudal Iran menghantam Tel Aviv, menyebabkan puluhan korban luka dan kerusakan bangunan.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga mencermati perpecahan di internal The Fed terkait arah suku bunga.

Dalam laporan kebijakan moneter terbaru kepada Kongres, The Fed menyatakan inflasi AS masih relatif tinggi dan pasar tenaga kerja tetap solid.

Namun, The Fed menegaskan dampak penuh dari tarif Trump kemungkinan belum sepenuhnya terasa, dan mereka memilih menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, bahkan membuka kemungkinan untuk memecatnya karena dianggap tidak agresif dalam menurunkan suku bunga.

Harga logam lainnya: Perak spot naik 0,1% menjadi US$ 36,03 per ons troi, Platinum turun 0,3% ke US$ 1.260,78, dan Palladium melemah 0,1% ke US$ 1.043.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)