Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Melemah pada Perdagangan Senin (23/6) Pagi, PTBA, MBMA, CTRA Top Losers LQ45

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (23/6). Pukul 09.00 WIB, IHSG melamh 82,16 poin atau 1,22% ke 6.823,81.

Sebanyak 73 saham naik, 351 saham turun dan 162 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral melemah, mengikuti pelemahan IHSG. Indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang baku yang turun 2,93%, sektor properti turun 2,59% dan sektor barang konsumen non siklikal yang turun 2,18%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,70 miliar saham dengan total nilai Rp 904,97 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (5,59%)
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (4,12%)
3. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (2,26$%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (-13,56%)
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-7,28%)
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-5,21%)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?