Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Spot Dibuka Melemah di Level Rp 16.363 terhadap Dolar AS, Kamis (19/6)

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot pagi ini melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, Kamis (19/6/2025), rupiah spot berada di level Rp 16.362 per dolar AS pada pukul 09.13 WIB. 

Rupiah tercatat melemah 0,30% bila dibandingkan harga penutupan kemarin, Rabu (18/6) yang berada di level Rp 16.313.

Kemarin,  rupiah di level Rp 16.312 per dolar AS, juga terkoreksi 0,14% dibandingkan sehari sebelumnya. 

Begitupun dengan rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ikut turun 0,23% menjadi Rp 16.319 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang menilai, sebagian besar sentimen masih seputar eskalasi perang di Timur Tengah.

Selain itu, pasar masih menanti kesimpulan dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (19/6). 

Pasar terlihat meningkatkan taruhan pada sinyal yang lebih dovish dari hasil keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk arah bunga acuan AS pada Juni.

"Apalagi pasca rilis data penjualan ritel dan produksi industri AS yang lebih lemah daripada perkiraan pasar," tutur Ibrahim, Rabu (18/6) seperti ditulis Kontan sebelumnya.

Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures mengatakan, keputusan BI menahan suku bunga acuau menahan pelemahan lebih dalam. 

Lukman memproyeksi, kurs bergerak di Rp 16.200 hingga Rp 16.350 per dolar AS pada Kamis (18/6). Prediksi Ibrahim, dolar AS di Rp 16.310–Rp 16.360.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)