Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Spot Pagi Ini Menguat 0,20% di Level 16.373 per Dolar AS, Jumat (20/6)

 

Rupiah di pasar spot pagi ini dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah kemarin ditutup melemah.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (20/6), rupiah spot berada di level 16.373 per dolar AS. Rupiah menguat 0,20% bila dibandingkan dengan harga penutupan kemarin, Kamis (19/6) yang di level Rp 16.406 per dolar AS.

Seperti di ketahui, kemarin rupiah melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS, tertekan faktor eksternal.

Rupiah di pasar spot turun 0,57% ke Rp 16.406 per dolar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,36% ke Rp 16.378 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, rupiah melemah setelah the Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal dovish dengan menahan suku bunga acuan.

Kekhawatiran AS ikut serta dalam konflik Israel-Iran semakin menekan rupiah. Josua memperkirakan rupiah akan cenderung sideways pada Jumat (20/6), seiring pasar AS akan libur pada Jumat (20/6). Juga tidak ada data ekonomi penting yang dirilis.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong bilang, rupiah hari ini masih akan tertekan oleh sentimen risk off seputar ketegangan di Timur tengah. 

Lukman memperkirakan, rupiah pada Jumat (20/6) bergerak di Rp 16.350–Rp 16.500 per dolar AS. Josua memprediksi, rupiah bergerak di kisaran Rp 16.350–Rp 16.475 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)