Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Cek rekomendasi BREN, BRIS, BBTN, MAPA, AMRT, dan SMGR untuk Selasa

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (16/1). IHSG lalu bergerak variatif hingga sempat menyentuh level tertinggi di 7.234,42 dan terendah di 7.210,02 per pukul 09.15 WIB.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance kuat di 7.250. Level resistance berada di 7.250-7.270 dan support di 7.180-7.200.

Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat (AS) libur pada Senin (15/1) karena Hari Martin Luther King Jr. Sejumlah bank raksasa di AS, seperti Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo memangkas 17.700 tenaga kerja sepanjang 2023. Mengutip Reuters, Senin (15/1), hal ini diungkapkan saat ketiga raksasa perbankan tersebut melaporkan laporan laba kuartal IV-2023 pada hari Jumat lalu waktu setempat.

Di Asia, trader menjaga harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya lebih awal. Namun penguatan yang lebih besar tertahan oleh antisipasi isyarat ekonomi utama lanjutan minggu ini, termasuk data produk domestik bruto China dan Inflasi Jepang. 

People's Bank of China (PBOC) secara tidak terduga mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengahnya pada Senin (15/1), berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi dan membendung kerugian lebih lanjut dalam yuan. Di domestik, BPS mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 3,3 miliar pada Desember 2023, jauh lebih besar dibandingkan US$ 2,41 miliar pada November 2023.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (16/1):

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Rekomendasi: Buy on weakness

Beli di Rp 3.900, cutloss jika break di bawah Rp 3 750. Jika tidak break di bawah Rp 3.900, potensi naik ke Rp 4.700-Rp 4.950 short term.

2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.930, cutloss jika break di bawah Rp 1.900. Jika tidak break di bawah Rp 1.930, potensi naik ke Rp 1.970-Rp 2.000 short term.

3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.350, cutloss jika break di bawah Rp 1.325. Jika tidak break di bawah Rp 1.350, potensi naik ke Rp 1.365-Rp 1.380 short term.

4. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 930, cutloss jika break di bawah Rp 885. Jika tidak break di bawah Rp 930, potensi naik ke Rp 970-Rp 1.000 short term.

5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 2.610, cutloss jika break di bawah Rp 2.560. Jika tidak break di bawah Rp 2.610, potensi naik ke Rp 2.670-Rp 2.700 short term.

6. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 6.250, cutloss jika break di bawah Rp 6.150. Jika tidak break di bawah Rp 6.250, potensi naik ke Rp 6.350-Rp 6.425 short term.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini