Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cek rekomendasi BREN, BRIS, BBTN, MAPA, AMRT, dan SMGR untuk Selasa

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (16/1). IHSG lalu bergerak variatif hingga sempat menyentuh level tertinggi di 7.234,42 dan terendah di 7.210,02 per pukul 09.15 WIB.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance kuat di 7.250. Level resistance berada di 7.250-7.270 dan support di 7.180-7.200.

Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat (AS) libur pada Senin (15/1) karena Hari Martin Luther King Jr. Sejumlah bank raksasa di AS, seperti Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo memangkas 17.700 tenaga kerja sepanjang 2023. Mengutip Reuters, Senin (15/1), hal ini diungkapkan saat ketiga raksasa perbankan tersebut melaporkan laporan laba kuartal IV-2023 pada hari Jumat lalu waktu setempat.

Di Asia, trader menjaga harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya lebih awal. Namun penguatan yang lebih besar tertahan oleh antisipasi isyarat ekonomi utama lanjutan minggu ini, termasuk data produk domestik bruto China dan Inflasi Jepang. 

People's Bank of China (PBOC) secara tidak terduga mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengahnya pada Senin (15/1), berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi dan membendung kerugian lebih lanjut dalam yuan. Di domestik, BPS mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 3,3 miliar pada Desember 2023, jauh lebih besar dibandingkan US$ 2,41 miliar pada November 2023.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (16/1):

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Rekomendasi: Buy on weakness

Beli di Rp 3.900, cutloss jika break di bawah Rp 3 750. Jika tidak break di bawah Rp 3.900, potensi naik ke Rp 4.700-Rp 4.950 short term.

2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.930, cutloss jika break di bawah Rp 1.900. Jika tidak break di bawah Rp 1.930, potensi naik ke Rp 1.970-Rp 2.000 short term.

3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.350, cutloss jika break di bawah Rp 1.325. Jika tidak break di bawah Rp 1.350, potensi naik ke Rp 1.365-Rp 1.380 short term.

4. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 930, cutloss jika break di bawah Rp 885. Jika tidak break di bawah Rp 930, potensi naik ke Rp 970-Rp 1.000 short term.

5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 2.610, cutloss jika break di bawah Rp 2.560. Jika tidak break di bawah Rp 2.610, potensi naik ke Rp 2.670-Rp 2.700 short term.

6. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 6.250, cutloss jika break di bawah Rp 6.150. Jika tidak break di bawah Rp 6.250, potensi naik ke Rp 6.350-Rp 6.425 short term.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini