Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Cek rekomendasi BREN, BRIS, BBTN, MAPA, AMRT, dan SMGR untuk Selasa

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (16/1). IHSG lalu bergerak variatif hingga sempat menyentuh level tertinggi di 7.234,42 dan terendah di 7.210,02 per pukul 09.15 WIB.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance kuat di 7.250. Level resistance berada di 7.250-7.270 dan support di 7.180-7.200.

Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat (AS) libur pada Senin (15/1) karena Hari Martin Luther King Jr. Sejumlah bank raksasa di AS, seperti Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo memangkas 17.700 tenaga kerja sepanjang 2023. Mengutip Reuters, Senin (15/1), hal ini diungkapkan saat ketiga raksasa perbankan tersebut melaporkan laporan laba kuartal IV-2023 pada hari Jumat lalu waktu setempat.

Di Asia, trader menjaga harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya lebih awal. Namun penguatan yang lebih besar tertahan oleh antisipasi isyarat ekonomi utama lanjutan minggu ini, termasuk data produk domestik bruto China dan Inflasi Jepang. 

People's Bank of China (PBOC) secara tidak terduga mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengahnya pada Senin (15/1), berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi dan membendung kerugian lebih lanjut dalam yuan. Di domestik, BPS mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 3,3 miliar pada Desember 2023, jauh lebih besar dibandingkan US$ 2,41 miliar pada November 2023.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (16/1):

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Rekomendasi: Buy on weakness

Beli di Rp 3.900, cutloss jika break di bawah Rp 3 750. Jika tidak break di bawah Rp 3.900, potensi naik ke Rp 4.700-Rp 4.950 short term.

2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.930, cutloss jika break di bawah Rp 1.900. Jika tidak break di bawah Rp 1.930, potensi naik ke Rp 1.970-Rp 2.000 short term.

3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 1.350, cutloss jika break di bawah Rp 1.325. Jika tidak break di bawah Rp 1.350, potensi naik ke Rp 1.365-Rp 1.380 short term.

4. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 930, cutloss jika break di bawah Rp 885. Jika tidak break di bawah Rp 930, potensi naik ke Rp 970-Rp 1.000 short term.

5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 2.610, cutloss jika break di bawah Rp 2.560. Jika tidak break di bawah Rp 2.610, potensi naik ke Rp 2.670-Rp 2.700 short term.

6. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Rekomendasi: Speculative buy

Beli di Rp 6.250, cutloss jika break di bawah Rp 6.150. Jika tidak break di bawah Rp 6.250, potensi naik ke Rp 6.350-Rp 6.425 short term.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)