Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

MPX Logistics International (MPXL) Bidik Laba Bersih Rp 18,2 Miliar di 2024

 PT MPX Logistics International (MPXL) memproyeksikan pertumbuhan kinerja yang positif di 2024. IKN diyakini masih menjadi pendorongnya.

Direktur Keuangan MPXL James S. Chandra mengatakan, MPXL optimistis terkait kelanjutan pembangunan proyek Infrastruktur Kedatangan Nusantara (IKN). Ini mengingat adanya Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang mendukung.

"Perseroan berkomitmen untuk mengirimkan tambahan armada ke proyek tersebut, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/1).

Selain itu, optimisme perusahaan juga berangkat dari beroperasinya anak perusahaan baru, PT MPX Indorental Gemilang yang akan fokus pada penyewaan alat berat untuk proyek tambang material batu split di Sulawesi. Rencananya, material ini akan dikirim untuk mendukung kebutuhan pembangunan di IKN.

Karena itu, James bilang perusahaan menetapkan target pertumbuhan sebesar 59% dengan pendapatan yang diharapkan mencapai Rp 222 Miliar dan laba bersih sebesar Rp 18,2 miliar. Proyeksi ini didorong oleh peningkatan kontrak kerjasama dengan pelanggan, termasuk pelanggan yang sudah ada dan pelanggan baru.
Dalam menghadapi tahun mendatang, MPXL telah mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 95 miliar. Anggaran ini direncanakan untuk penambahan 50 hingga 75 unit armada baru, dengan rencana realisasi pada tahun 2024.

"Alokasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya.

Tahun lalu, MPXL mencatatkan pendapatan mencapai Rp 140 miliar atau tumbuh 20% YoY dan laba bersih tumbuh 59% YoY mencapai Rp 9,5 miliar. Adapun pendapatan perseroan didukung oleh dua segmen utama, yaitu penjualan semen yang berkontribusi 60% dan jasa angkut 40%

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini