Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Intip Rekomendasi Saham BBRI, MIDI dan PGEO dari Ajaib Sekuritas pada Hari Ini (30/1)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,08 poin atau naik 0,28% ke posisi 7.157,17 pada Senin (29/1). IHSG mengalami rebound setelah tiga hari beruntun ditutup melemah.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati pergerakan IHSG ditopang oleh saham big banks yang telah merilis laporan keuangan tahun buku 2023. Ratih menyoroti sejumlah informasi yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini.

Dari dalam negeri, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus bekerjasama untuk mengendalikan inflasi berada pada targetnya sebesar 1,5%-3,5% di tahun 2024. Sinergi pemerintah dan BI dilakukan dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID ) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Adapun, inflasi pada tahun 2023 sesuai target sebesar 2,61% yoy, turun dibanding tahun 2022 sebesar 5,51% yoy.

Dari mancanegara, pekan ini pelaku pasar mencermati keputusan suku bunga The Fed yang diproyeksikan masih menahan suku bunga di level 5,25% - 5,5%. Sementara, Bursa Wall Street mengalami kenaikan cukup signifikan di saat musim rilis laporan keuangan, Indeks S&P 500 dan Dow Jones catatkan rekor tertinggi, sedangkan Nasdaq melampaui nilai tertingginya dalam 52 minggu terakhir.

Dari Asia, data awal PMI manufaktur Jepang pada Januari 2024 di level 48. Meskipun naik dari bulan sebelumnya sebesar 47,9 namun masih tercatat di zona kontraksi dalam 8 bulan beruntun akibat minimnya output produksi dan jumlah pesanan baru.

Ratih memprediksi pada perdagangan Selasa (30/1 IHSG akan bergerak mixed dan menguat dalam rentang 7.090 - 7.190.

Berikut rekomendasi saham pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk hari ini:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

  • Rekomendasi buy mencermati harga Rp 5.550
  • Target harga: Rp 5.700
  • Stop loss: < Rp 5.350

BBRI rebound dari bearish jangka pendek, membentuk long white candle diikuti volume yang tinggi. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

Emiten perbankan menarik dicermati menjelang rilis laporan keuangan dan pembagian dividen. Optimisme kinerja BBRI tercermin dari kinerja penyaluran kredit perbankan nasional di sepanjang tahun 2023 tumbuh 10,38% yoy atau berada dalam target BI sebesar 9-11%.

2. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

  • Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 406
  • Target harga: Rp 420
  • Stop loss: < Rp 390

MIDI dalam major tren sideways berpotensi rebound dari area support membentuk bullish piercing di atas MA (20, 100). MACD bar histogram positif.

MIDI menargetkan jumlah penambahan gerai Alfamidi dan Lawson baru di tahun 2024 masing-masing sebanyak 200 dan 250 gerai. Sementara, belanja modal (Capital Expenditure/ Capex) di tahun 2024 diproyeksikan senilai Rp1,4 triliun yang berasal dari kas internal dan hasil right issue pada tahun 2023.

3. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

  • Rekomendasi buy mengamati harga Rp 1.315
  • Target harga: Rp 1.365
  • Stop loss: < Rp 1.280

PGEO berpotensi bullish continuation di atas MA (5,20,100). Indikator stochastic golden cross dan bergerak naik serta MACD bar histogram positif.

PGEO menjadi salah satu konstituen baru dalam indeks LQ45 yang mulai berlaku pada Februari 2024 mendatang. Di sisi lain, PGEO terus ekspansif dengan menargetkan capaian kapasitas geothermal terpasang hingga 1 GW pada 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)