Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Intip Rekomendasi Saham BBRI, MIDI dan PGEO dari Ajaib Sekuritas pada Hari Ini (30/1)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,08 poin atau naik 0,28% ke posisi 7.157,17 pada Senin (29/1). IHSG mengalami rebound setelah tiga hari beruntun ditutup melemah.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati pergerakan IHSG ditopang oleh saham big banks yang telah merilis laporan keuangan tahun buku 2023. Ratih menyoroti sejumlah informasi yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini.

Dari dalam negeri, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus bekerjasama untuk mengendalikan inflasi berada pada targetnya sebesar 1,5%-3,5% di tahun 2024. Sinergi pemerintah dan BI dilakukan dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID ) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Adapun, inflasi pada tahun 2023 sesuai target sebesar 2,61% yoy, turun dibanding tahun 2022 sebesar 5,51% yoy.

Dari mancanegara, pekan ini pelaku pasar mencermati keputusan suku bunga The Fed yang diproyeksikan masih menahan suku bunga di level 5,25% - 5,5%. Sementara, Bursa Wall Street mengalami kenaikan cukup signifikan di saat musim rilis laporan keuangan, Indeks S&P 500 dan Dow Jones catatkan rekor tertinggi, sedangkan Nasdaq melampaui nilai tertingginya dalam 52 minggu terakhir.

Dari Asia, data awal PMI manufaktur Jepang pada Januari 2024 di level 48. Meskipun naik dari bulan sebelumnya sebesar 47,9 namun masih tercatat di zona kontraksi dalam 8 bulan beruntun akibat minimnya output produksi dan jumlah pesanan baru.

Ratih memprediksi pada perdagangan Selasa (30/1 IHSG akan bergerak mixed dan menguat dalam rentang 7.090 - 7.190.

Berikut rekomendasi saham pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk hari ini:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

  • Rekomendasi buy mencermati harga Rp 5.550
  • Target harga: Rp 5.700
  • Stop loss: < Rp 5.350

BBRI rebound dari bearish jangka pendek, membentuk long white candle diikuti volume yang tinggi. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

Emiten perbankan menarik dicermati menjelang rilis laporan keuangan dan pembagian dividen. Optimisme kinerja BBRI tercermin dari kinerja penyaluran kredit perbankan nasional di sepanjang tahun 2023 tumbuh 10,38% yoy atau berada dalam target BI sebesar 9-11%.

2. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

  • Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 406
  • Target harga: Rp 420
  • Stop loss: < Rp 390

MIDI dalam major tren sideways berpotensi rebound dari area support membentuk bullish piercing di atas MA (20, 100). MACD bar histogram positif.

MIDI menargetkan jumlah penambahan gerai Alfamidi dan Lawson baru di tahun 2024 masing-masing sebanyak 200 dan 250 gerai. Sementara, belanja modal (Capital Expenditure/ Capex) di tahun 2024 diproyeksikan senilai Rp1,4 triliun yang berasal dari kas internal dan hasil right issue pada tahun 2023.

3. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

  • Rekomendasi buy mengamati harga Rp 1.315
  • Target harga: Rp 1.365
  • Stop loss: < Rp 1.280

PGEO berpotensi bullish continuation di atas MA (5,20,100). Indikator stochastic golden cross dan bergerak naik serta MACD bar histogram positif.

PGEO menjadi salah satu konstituen baru dalam indeks LQ45 yang mulai berlaku pada Februari 2024 mendatang. Di sisi lain, PGEO terus ekspansif dengan menargetkan capaian kapasitas geothermal terpasang hingga 1 GW pada 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini