Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Saham Citra Nusantara Gemiliang (CGAS) Listing Senin (8/1), Obersubscribed 14,84 Kali

 

PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) atau CNG akan mencatatkan sahamnya atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada besok, Senin (8/1).  Selama masa penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) saham CGAS mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 14,84 kali.

Mengutip prospektus yang terbit, Selasa (2/1), CGAS menawarkan sebanyak 531,4 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah saham yang dilepas lewat IPO ini setara 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Adapun total pesanan yang masuk mencapai 7,88 miliar saham. 

Citra Nusantara Gemilang telah menetapkan harga IPO sebesar Rp 338 per saham. Harga IPO ini berada di batas atas dari penawaran awal antara Rp 284-Rp 338 per saham. Alhasil, calon emiten yang akan menggunakan kode saham CGAS ini berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 179,62 miliar dari IPO. 

Sementara nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 598,7 miliar. Saham emiten baru berkode CGAS tersebut bakal tercatat di papan pengembangan BEI. 

“CGAS menjadi perusahaan tercatat ke-2 di BEI tahun 2024,” jelas BEI dalam laporannya.

Selain itu, Citra Nusantara Gemilang juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 265,71 juta Waran Seri I atau sebesar 21,43% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. 

Waran Seri I akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru, yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang dua saham yang ditawarkan berhak memperoleh satu Waren Seri I.

“Di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham CGAS yang dikeluarkan dari portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 306 setiap Waran Seri I,” ungkap CGAS dalam prospektus IPO. 

Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham CGAS enam bulan sejak diterbitkan, yaitu tanggal 8 Juli 2024 sampai dengan tanggal 7 Januari 2025. Sedangkan untuk nilai hasil pelaksanaan Waren Seri I ini sebanyak-banyaknya sekitar Rp 81 miliar. 

Asal tahu saja, Citra Nusantara Gemilang merupakan perusahaan yang memfokuskan pada pengembangan gas alam terkompresi atawa compressed natural gas (CNG) di Indonesia melalui kegiatan usaha perdagangan dan distribusi gas alam.

Distribusi gas alam tersebut menggunakan moda transportasi ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas dengan tekanan gas yang stabil dan aman. Gas alam tersebut digunakan untuk keperluan industri, transportasi, perumahan, dan pembangkit listrik swasta yang menggunakan gas sebagai sumber energinya. 

Pemasaran dilakukan secara business to business (B2B) dan business to consumer (B2C), menargetkan sektor industri, transportasi dan juga melayani jasa konsultasi terkait operasional dan perawatan peralatan gas alam.

Sebagai informasi tambahan, Komisaris Utama perseroan yakni Zaqi Ismail, putra dari As’at Said Ali, yang sudah menjabat sebagai Komisaris Utama CGAS sejak tahun 2010. Sebelumnya, ia merupakan wakil kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) tahun 2000-2010 dan merupakan deputi III BIN tahun 1999-2000.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025