Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Dorong UKM, Wapres: BEI Jangan Eksklusif Untuk Korporasi Besar

 

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendongkrak pembiayaan lewat pasar modal untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). 

Ma'ruf mengarahkan otoritas mengoptimalkan dan mengembangkan potensi pembiayaan melalui pasar modal dengan meningkatkan literasi kepada masyarakat. 

"Bursa tidak lagi eksklusif milik korporasi besar, tetapi juga ramah pendanaan bagi usaha kecil dan menengah," ucap dia dalam pembukaan perdagangan BEI Tahun 2023, Selasa (2/1). 

Ma'ruf meminta BEI tidak terjebak dalam zona nyaman, tetapi terus membuat terobosan atau gebrakan agar UKM bisa memperoleh akses pembiayaan dari pasar modal. 

Sejatinya, BEI telah menggelar karpet merah untuk UKM agar bisa melantai di pasar modal. Pada 2020, BEI telah meluncurkan papan akselerasi. 

Papan pencatatan ini mengakomodasi UKM dan perusahaan rintisan alias startup. Perusahaan dengan aset di bawah Rp 250 miliar bisa tercatat di papan akselerasi. 

Hingga akhir 2023, sudah ada 40 emiten yang masuk dalam papan akselerasi. Sepanjang 2023, ada 17 perusahaan dengan aset kecil yang melantai di BEI. 

Dalam pipeline BEI, ada dua perusahaan dengan skala kecil yang tengah mengantre untuk menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. 

Di sisi lain, indeks saham papan akselerasi berhasil melesat 34,48% sepanjang 2023. Ini jauh lebih tinggi ketimbang indeks saham papan utama yang hanya menguat 6,91%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini