Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Menguji Support 7.200, Cek Rekomendasi Saham Untuk Akhir Pekan Ini (12/1)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (11/1). IHSG ditutup turun 0,10% ke posisi 7.219,96, sebagai titik landas pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (12/1).

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat IHSG masih melanjutkan pengujian level support 7.200. William memandang aksi profit taking masih berlanjut. Tidak hanya pada saham Grup Barito seperti PT Barito PacificTbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), melainkan juga pada saham-saham big caps lainnya.

"Sehingga pengujian level 7.200 ini berkemungkinan besar berakhir dengan pelemahan mendekati level 7.200, atau malah di bawah 7.200 mengakhiri perdagangan pekan ini," ungkap William dalam risetnya, Jumat (12/1).

Secara teknikal, walau bisa bertahan di atas 7.200, tapi tekanan pada IHSG membesar. "Posisi penguatan pada awal sesi I berakhir menjadi pelemahan pada akhir sesi II kemarin dan posisi candlestick IHSG berada di bawah MA5 yang mana menjadi indikasi downtrend," kata William.

Pada saat seperti ini, imbuh William, saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga umumnya menjadi alternatif untuk trading. Willliam memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan melemah, pada rentang 7.115–7.285, masih sama seperti outlook sebelumnya. 

Berikut rekomendasi saham yang secara teknikal menarik dicermati, Jumat (12/1):

1. PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 298
  • Resistance: Rp 316.

2. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Analisa: Melanjutkan penguatan setelah konfirmasi pola double bottom.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 404
  • Resistance: Rp 450.

3. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Analisa: Pembentukan pola inverted head and shoulders dengan neckline pada 1.125.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 1.005
  • Resistance: Rp 1.125.

4. PT Bank Jago Tbk (ARTO)

Analisa: Potensi menguat lanjutan setelah membentuk demand zone pada area 2.860–3.010.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 2.860
  • Resistance: Rp 3.630.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini