Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (23/1), Brent ke US$80,08 dan WTI ke US$74,79

 

Harga minyak sedikit berubah pada hari Selasa (23/1), para pedagang mempertimbangkan sejumlah konflik pasokan dan permintaan.

Mulai dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah hingga cuaca dingin yang mengganggu produksi di Amerika Serikat (AS).

Harga minyak mentah Brent bertambah 2 sen menjadi US$80,08 per barel pada pukul 07.02 GMT. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3 sen menjadi US$74,79 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut telah diselesaikan sekitar 2% lebih tinggi pada hari Senin (22/1). Serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor bahan bakar Ust-Luga Novatek meningkatkan kekhawatiran pasokan dan menaikkan harga.

Para analis mengatakan, Novatek kemungkinan akan melanjutkan operasi skala besar di sana dalam beberapa minggu.

Meskipun kerusakan pada tempat berlabuh di terminal Ust-Luga hanya “berdampak singkat pada ekspor,” tindakan tersebut meningkatkan prospek perang Rusia-Ukraina “bergerak ke fase baru di mana pihak-pihak yang bertikai menargetkan infrastruktur energi utama,” kata analis di ANZ Research dalam sebuah pernyataan. catatan.

Di Timur Tengah, pasukan AS dan Inggris juga melancarkan serangan baru yang menargetkan lokasi penyimpanan bawah tanah Houthi dan kemampuan rudal serta pengawasan yang digunakan oleh kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.

Serangan Houthi terhadap kapal-kapal di dan sekitar kawasan Laut Merah telah mengganggu pelayaran global dan memicu kekhawatiran inflasi.

Kelompok tersebut mengatakan serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina ketika Israel menyerang Gaza.

Beberapa analis juga tetap optimistis terhadap fundamental pasar jangka pendek karena konflik yang sedang berlangsung ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)