Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Siaga Siang Malam Jaga Ketersediaan Air, Wagub Jabar Apresiasi Peran Penjaga Pintu Air

 

Konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi hal mutlak yang harus ada dalam perencanaan pembangunan. Pasalnya, menurut Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, konsep tersebut dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, serta mampu menciptakan keseimbangan di dua sisi, yaitu keberlanjutan pembangunan dan terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup.

“Pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan akan berdampak negatif bagi masyarakat,” kata Pak Uu saat memberikan arahan dan pembinaan kepada petugas penjaga pintu air wilayah Karawang, di Bendungan Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (1/6/2022).

Oleh karena itu selain dari pihak pemerintah, diperlukan juga peran serta masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan, seperti yang dilakukan oleh petugas penjaga pintu air.

Pak Uu mengapresiasi peran dan tugas petugas penjaga pintu air yang dapat mempertahankan ketersediaan air untuk masyarakat. Mereka selalu siaga baik siang, maupun malam, serta selalu waspada menghadapi musim hujan yang berpotensi mengakibatkan banjir, dan di musim kemarau mengatur pengairan dengan baik.

Wariskan Mata Air untuk Anak Cucu

Pak Uu juga berpesan kepada petugas penjaga pintu air untuk turut menyadarkan masyarakat betapa penting dan bermanfaatnya air dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya dengan memanfaatkan air secara efisien, menanam pohon untuk menyimpan cadangan air tanah, serta menanamkan rasa cinta lingkungan pada generasi penerus.

“Karena air dibutuhkan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga oleh semua orang. Manfaatkan air sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Pak Uu.

“Penting pula menjaga mata air. Ada peribahasa, lebih baik mewariskan mata air pada anak cucu kita daripada mewariskan air mata,” imbuhnya.

Pak Uu juga menegaskan, pada awal kepemimpinan hingga berjalan 3,5 tahun, Pemda Provinsi Jabar telah menanam pohon sebanyak 50 juta pohon, bahkan sekarang ditambah lagi 20 juta pohon.

Pengelolaa Irigasi di Jabar

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Siddik menuturkan, terkait pengelolaan irigasi yang juga merupakan kewenangan pusat di Jawa Barat terdapat 17 daerah irigasi, dan yang terbesar adalah Irigasi Jatiluhur yang mengaliri empat Kabupaten, yaitu Bekasi, Subang, Karawang dan Indramayu.

“Kita berkolaborasi dalam pengelolaan irigasi, salah satunya melalui kegiatan TPOP (Tugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan) bersama rekan-rekan petugas penjaga pintu air. Mereka membantu kita mempertahankan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya di Irigasi Jatiluhur ini,” jelas Dikky.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini