Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Politikus Gerindra Sebut Sindiran Anies soal Formula E Bikin Situasi Tak Kondusif

 

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif menanggapi sindiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang 'meminta maaf' terkait gelaran Formula E karena berjalan sukses dan mengecewakan orang-orang pesimistis.

Menurut Syarif hal tersebut sepenuhnya merupakan hak pribadi Anies Baswedan. Kendati, dia menilai sindiran itu justru akan membuat suasana menjadi tidak kondusif.

"Sindiran Pak Anies menurut saya itu hak Pak Anies, tapi itu menambah situasi tidak kondusif. Saya menduga tidak seperti biasanya Pak Anies seperti itu. Ada apa Pak Anies ya," kata Syarif kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Dia melihat Anies tidak berperilaku seperti biasanya. Dia bahkan mengaku tercengang dengan sikap Anies yang memberikan respons berupa sindiran terhadap para penghujat dan pengkritik gelaran Formula E.

Menurut politikus Gerindra ini, sindiran yang dilontarkan Anies soal Formula E Jakarta justru akan merugikan dirinya sendiri. Sebab, bagi Syarif, pemberitaan Formula E yang beredar di publik selama ini sudah dipandang sebagai hal politis.

"Saya kan pernah bilang, udah lama, berulang-ulang, Formula E itu pemberitaannya lebih banyak politisnya ketimbang urusan Formula E. Saya sudah pernah bilang loh, yang menciptakan siapa? Ya justru bukan Pak Anies. Tapi kali ini Pak Anies kok seperti itu, ada apa dengan Pak Anies," kata Syarif.

Syarif menduga sindiran itu ditujukan Anies kepada pihak tertentu. Pasalnya, beberapa tokoh politik kedapatan terang-terangan tidak mendukung dan pesimistis terhadap penyelenggaraan Formula E Jakarta.

"Itu kan bahasa simbolis, sangat simbolik ya ada yang dituju, tapi kepada siapa yang dituju ya hanya Pak Anies sendiri yang bisa jawab. Saya sih menduga terbelahnya kelompok pro kontra. Rekam jejaknya kan keliatan ditujukan kepada siapa itu ucapan pak Anies," tutur Syarif.

"Ya masa bangun sirkuit dalam waktu tiga bulan kayak sangkuriang katanya kan begitu, apalagi katanya kayak Roro Jongrang, seperti itulah," lanjut dia.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan permohonan maaf terkait perhelatan Formula E di Ancol.

Dia meminta maaf karena gelaran balap mobil listrik internasional itu berjalan sukses, dan mengecewakan orang-orang pesimistis. Permintaan maaf itu diduga sebagai sebuah sindiran yang ditujukan untuk pihak tertentu.

"Saya kemarin minta maaf kepada sebagian karena Formula E kemarin mengecewakan. Mengecewakan pada orang-orang yang pesimis bisa terjadi," kata Anies saat memberikan sambutan dalam Rakernas Al Jam'iyatul Washilah di Lampung, Jumat 10 Juni 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini