Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Luthfi bin Yahya, Ulama Termasyhur yang Dihina Maaher

 

Nama Luthfi bin Yahya menjadi sorotan publik usai Soni Eranata alias ustaz Maaher At-Thuwailibi ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Maaher diduga menghina Luthfi dalam akun sosial media pribadinya.

Luthfi bin Yahya dikenal sebagai ulama tersohor di Indonesia dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI periode 2020-2025.

Ulama yang memiliki nama lengkap Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya itu berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dia sendiri tercatat sebagai anggota Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak 2015 silam.

Luthfi sering disebut dengan 'Habib Luthfi Pekalongan'. Pria kelahiran Pekalongan 10 November 1946 itu sampai saat ini masih berdomisili di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ia kerap menggelar dan memfokuskan acara pengajian dan acara kajian Islam di wilayah Pekalongan selama ini.

Luthfi kecil lahir dan tumbuh dari seorang keluarga Habib yang tersohor. Sang ayah, Habib Hafidz Ali al-Ghalib langsung yang memberikan pendidikan agama kepada Luthfi.

Setelah itu, Luthfi mengenyam pendidikan di beberapa pesantren di Jawa Tengah, Indramayu dan Cirebon. Ia melanjutkan studinya ke Mekah, Madinah dan negara-negara lainnya.

Nama Luthfi juga dikenal sebagai pengasuh atau Ra'is 'Am Jami'iyyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman) sampai saat jni. Ia menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pada 2005-2010.

Luthfi pun mendirikan AhliThoriqoh al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN). Satu organisasi tarekat yang disediakan untuk kelompok pelajar di kalangan mahasiswa.

Melalui berbagai majelis-majelis, Luthfi menyebarkan dan mengajarkan model keislaman yang moderat kepada para jemaahnya selama ini. Selalu berkomitmen untuk menjaga persatuan dalam perbedaan yang ada di masyarakat.

Luthfi juga pernah mengatakan bahwa bela negara adalah kewajiban bagi umat Islam. Dia menyampaikan itu saat berpidato di forum Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan, Jawa Tengah 2016 lalu.

"Wahai bangsaku, rela kah negeri kita ini terpecah belah? Jika tidak, ikuti kata-kata saya, bismillahirrahmaanirrahim, asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, radhiina billahi robba, wa bil islaami dina, wabi muhammadin nabiyya wa rasula. Kami berikrar, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib!"

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI periode 2019-2025 lalu, Ryamizard Ryacudu memberikan Luthfi sebuah julukan yakni Habib NKRI.

Tak hanya dikenal di tanah air, kiprah Luthfi turut di kenal di dunia Islam Internasional. Pada April 2019 lalu, ia dinobatkan sebagai Ketua Forum Sufi Internasional secara aklamasi dalam Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan, Jawa Tengah.

Bahkan, The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordania, suatu lembaga riset independen asal Jordania turut menobatkan Luthfi sebagai 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia pada 2019 lalu. Namanya bertengger bersama dua nama lain dari Indonesia yakni Ketum PBNU Said Aqil Siradj dan Presiden Joko Widodo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini