Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

LAPAN Akui Sempat Bertemu SpaceX Soal Bandar Antariksa Papua

 Lembaga Penerbangan dan Antarika Nasional (LAPAN) mengakui sempat melakukan pertemuan dengan perwakilan Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) untuk membahas pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengaku pertemuan dengan pihak SpaceX terjadi saat Space Symposium di Amerika Serikat tahun 2019.

"Saat Space Symposium, LAPAN juga bertemu perwakilan Space-X untuk membahas tentang pembangunan bandar antariksa di Biak," ujar Thomas

Rabu (16/12).

Namun, Thomas enggan menceritakan isi dari pertemuan antara LAPAN dengan anak buah Elon Musk di AS itu. Dia hanya mengatakan pembicaraannya dalam pertemuan itu masih bersifat umum dan belum ada komunikasi lanjutan.

"Pembicaraannya masih bersifat umum," ujarnya.

Lebih lanjut, Thomas menyampaikan bahwa wilayah ekuator adalah lokasi terbaik untuk peluncuran satelit. Sehingga, dia berharap Elon Musk menyamput tawaran dari Presiden Joko Widodo untuk membangun bandar antariksa SpaceX di Indonesia.

"Semoga tawaran Presiden kepada Elon Musk mendapat respon positif," ujarnya.

Di sisi lain, Thomas mengaku belum dapat memastikan berapa banyak anggaran yang diperlukan untuk membangun bandar antariksa skala besar di Biak. Sebab, fasilitas tersebut bergantung pada investor.

Sedangkan bandar antariksa skala kecil, dia berkata anggaran awalnya berasal dari anggaran LAPAN (APBN). Namun, LAPAN tengah mengupayakan investor untuk berinvestasi.

"Biayanya? sedang dikaji," ujar Thomas.

Lebih dari itu, dia menargetkan bandar antariksa skala kecil sudah bisa akan digunakan untuk uji terbang roket bertingkat yang sedang dikembangkan LAPAN sebelum 2024.

Sebelumnya, pemerintah telah menyatakan mengundang CEO SpaceX Elon Musk untuk membangun landasan peluncuran roket ke luar angkasa di Indonesia. Pemerintah beralasan Indonesia merupakan lokasi strategis untuk mengirim roket ke luar angkasa.

Dengan meluncurkan dari wilayah Indonesia, biaya peluncuran roket SpaceX akan lebih murah, karena roket tidak perlu bermanuver untuk menyesuaikan arah terbang ke ekuator.Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan Indonesia dilintasi garis khatulistiwa. Selain itu, Indonesia memiliki beberapa wilayah yang terletak dekat ekuator.

Niat Indonesia mengundang SpaceX berinvestasi di Indonesia disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat berkomunikasi lewat telepon dengan Elon Musk pada Jumat (11/12). Perbincangan utama antara Jokowi dan Elon Musk sejatinya menyangkut investasi Tesla di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini