Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Pangan Global Naik, Tertinggi Sejak 2014

 

Harga pangan global melonjak ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir pada November 2020. Kondisi itu tercermin dari kenaikan indeks harga pangan yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Badan di bawah Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) itu mencatat rata-rata indeks harga pangan dunia mencapai 105 poin pada bulan lalu. Angka tersebut naik 3,9 persen dari Oktober dan 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kenaikan bulanan (indeks) merupakan yang tertajam sejak Juli 2012, dan membuat indeks berada di level tertinggi sejak Desember 2014," jelas FAO dalam keterangannya, dikutip dari AFP, Kamis (3/11).

Jika dirinci, kenaikan terbesar terjadi pada indeks minyak nabati yang mencapai 14,5 persen. Indeks naik karena rendahnya pasokan minyak sawit.

Sementara, indeks harga sereal naik 2,5 persen dari Oktober. Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, indeks melonjak hampir 20 persen.

Peningkatan indeks harga juga terjadi pada ekspor gandum. Kondisi itu terjadi karena berkurangnya prospek panen di Argentina. Hal sama juga terjadi pada harga jagung seiring turunnya ekspektasi produksi di Amerika Serikat dan Ukraina serta tingginya permintaan dari China.

Indeks harga gula juga terjadi kenaikan sebesar 3,3 persen secara bulanan karena produksi global diperkirakan tak mencukupi permintaan di tengah buruknya cuaca.

 

 

Harga produk susu juga menanjak 0,9 persen ke level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan penjualan di Eropa. Harga daging juga naik 0,9 persen namun lebih rendah dibandingkan November 2019.

FAO menilai berbagai lonjakan harga itu menambah tekanan bagi 45 negara yang saat ini membutuhkan bantuan untuk menyediakan pangan bagi penduduknya di tengah pandemi. Sebanyak 34 negara di antaranya merupakan negara di Afrika.

"Pandemi memperburuk kondisi yang sudah rapuh karena konflik, hama, dan guncangan cuaca, termasuk badai di Amerika tengah dan banjir di Afrika baru-baru ini," terang FAO.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini