Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Minyak Dunia Lesu usai Libur Natal

 

Harga minyak dunia berbalik lesu pada awal perdagangan usai libur panjang Natal. Padahal, harga minyak mentah sempat menguat jelang perayaan keagamaan tersebut.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari sempat naik 9 sen menjadi US$51,29 per barel di London ICE Futures Exchange pada akhir pekan lalu. Namun, harganya melorot dan berada di kisaran US$51,05 per barel.

Begitu pula dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang sempat meningkat 11 sen menjadi US$48,23 per barel di New York Mercantile Exchange. Kini, harganya diperdagangkan di kisaran US$48,03 per barel.

Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow menilai harga minyak sempat meningkat karena dukungan pasar terhadap kebijakan perdagangan Inggris pasca-Brexit di mana neraca perdagangan menunjukkan kenaikan. Menurutnya, keputusan Brexit akan menguntungkan Inggris ke depan.

Selain itu, pergerakan harga minyak juga terpengaruh sentimen perkembangan vaksin virus corona atau covid-19 yang mulai mendapat persetujuan di banyak negara.

Saat ini, pasar setidaknya berharap sejumlah perusahaan pembuat vaksin akan bisa mengeluarkan vaksin yang ampuh untuk menahan penyebaran virus, meski masih menunggu persetujuan.

"Kesepakatan Brexit mendukung, dampak covid adalah pendorong dominan di pasar minyak. Pasar minyak sedang menunggu distribusi vaksin corona yang lebih luas untuk membuat masyarakat kembali aktif dan mengudara," terang Lipow.

Namun di sisi lain, pasar tetap memperhatikan perkembangan virus corona baru di Inggris yang mulai menyebar ke banyak negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini