Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Kesepakatan Brexit Bikin Rupiah Unjuk Gigi ke Rp14.157

 

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.157 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (28/12) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.200 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,11 persen, dolar Taiwan menguat tipis 0,02 persen, won Korea Selatan menguat 0,17 persen, rupee India naik 0,29 persen, dan yuan China bertambah 0,15 persen.

Sementara itu, yen Jepang melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,02 persen, dan baht Thailand turun 0,29 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju lesu di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,10 persen, dolar Australia melemah 0,03 persen, dan franc Swiss turun 0,02 persen. Sedangkan, dolar Kanada berhasil menguat 0,14 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan penguatan pasar kali ini dipicu harapan realisasi stimulus fiskal AS tahap kedua senilai US$900 miliar. Namun, Presiden AS Donald Trump menolak untuk menyetujui besaran stimulus tersebut karena menginginkan bantuan lebih besar.

"Kemungkinan pasar masih berharap dengan rilis stimulus baru dari AS," ujarnya

Di sisi lain, kesepakatan Inggris keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) mendorong penguatan aset berisiko termasuk rupiah. Diketahui, Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa dalam lima hari ke depan. Bahkan, keduanya telah telah merilis seluruh naskah kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

"Kesepakatan Brexit yang sudah tercapai di akhir pekan lalu tinggal menunggu pengesahan parlemen, ini memberikan sentimen positif ke aset berisiko," ujarnya.

Ia memperkirakan rupiah melaju di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.250 per dolar AS hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025