Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Keponakan Ratu Atut Unggul, Netizen Ribut Dinasti Tangsel

 

Warganet Twitter meributkan hasil hitung cepat Pilkada Tangerang Selatan yang memenangkan kerabat terpidana kasus korupsi Ratu Atut Chosiyah.

Tangsel disebut-sebut sebagai kerajaan dinasti milik Atut yang tidak tergoyahkan.

Beberapa netizen mencuitkan, Dinasti Banten tidak tergoyahkan karena kemenangan kerabat dekat Atut.

 

"Dinasti Lama Banten tidak tergoyahkan.Calon Wakil Walikota Tangsel No Urut 3, Pilar Saga Ichsan adalah putera dari Ratu Tatu Chasanah. Nah Ratu Tatu diperkirakan akan terpilih lagi untuk kursi Bupati Serang periode ke-2. Banten is a Kingdom, dan saya jadi Rakyat Jelata disana," cuit @zalkad.

Warganet lainnya,@Sihduy menyinggung perihal ketidakberdayaan figur Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Maruf Amin dalam melawan dinasti Atut di Tangsel.

"Pak Prabowo Pak KH Maruf Amin di Tangsel kalah udah sama dinasti Atut," ucapnya.

Kekecewaan juga dirasakan warganet@BiasCahyaIslami yang merasa gagal menghentikan dinasti Atut di Tangsel, padahal dirinya telah ikut berpartisipasi dalam Pilkada.

"Terakhir nyoblos di Tangsel. Dinasti Atut di Tangsel gak bisa dihentikan juga," katanya.

Akun Twitter@wahyudiabed ikut berpendapat soal politik dinasti di beberapa daerah, termasuk Tangsel. Menurutnya politik dinasti sudah tidak bisa dilawan di beberapa daerah kabupaten kota.

"Politik dinasti sudah ga bisa di apa-apakan di beberapa kota/kabupaten. Medan, Surakarta, Klaten, Banyuwangi, Tangsel dll. Yang penting itu, kedepankan kapasitas dan kemampuannya. Jangan politik dinastinya. Dan kalo mau politik dinasti berhenti, ya jangan dipilih," katanya.

Hasil hitung cepat atau quick count Pilkada Serang dan Tangerang Selatan, Banten memenangkan kerabat terpidana kasus korupsi Ratu Atut Chosiyah.

Adik Ratu Atut, yaitu Ratu Tatu Chasanah berpasangan dengan Pandji meraih 62,5 persen suara merujuk pada hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indoensia (LSI) Denny JA, mengalahkan pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki yang hanya memperoleh 37,5 persen.

Di Pilkada Tangsel, keponakan Ratu Atut, Pilar Saga Ichsan berdampingan dengan Benyamin Davnie juga unggul berdasarkan hasil hitung cepat mengalahkan Muhamad-Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah-Ruhamaben.

Rahayu Saraswati sendiri adalah keponakan dari Prabowo Subianto, sementara Siti Nur Azizah merupakan putri dari Wapres Ma'ruf Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini