Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Samsung Diuntungkan Perang Huawei vs AS


Lembaga pemeringkat Fitch mengatakan Samsung akan menjadi pihak yang diuntungkan di tengah perang antara Huawei dan pemerintah AS. Konflik Huawei dan AS disebut menjadi kesempatan bagi Samsung untuk memperkuat posisinya di bisnis ponsel pintar dunia.

Huawei yang kehilangan akses ke sistem operasi Android milik Google diprediksi bisa memengaruhi angka penjualan perangkat secara global. Absennya Android di perangkat Huawei diprediksi membuat konsumen berpaling ke merek lain.

Penurunan penjualan Huawei diprediksi bisa membuat konsumen berangsur-angsur meninggalkan merek asal China tersebut. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi Samsung untuk meningkatkan pangsa pasar bisnis.


"Konsumen yang terbiasa dengan sistem operasi Android cenderung mempertimbangkan untuk membeli merek ponsel pintar selain Huawei," ujar Fitch seperti dilansir Reuters.
Keputusan pemerintah Trump yang membatasai perusahaan AS untuk menyediakan perangkat keras, perangkat lunak, dan berbagai komponen untuk ponsel cerdas Huawei.

Disamping memberikan implikasi untuk bisnis Huawei, Fitch menjelaskan Apple bisa menjadi korban selanjutnya dari perang dagang antara AS dan China. Diperkirakan perang dagang akan mempercepat penurunan pangsa pasar di China.

Dilansir dari Business Times, akibat kebijakan pembatasan kepada Huawei, perusahaan seperti Google, Intel, hingga Qualcomm menghentikan hubungan kerja dengan Huawei. Oleh karena itu, Fitch memprediksi Samsung bisa meningkatkan pangsa pasar di tengah kesulitan yang tengah menimpa Huawei.

"Samsung dapat memulihkan pangsa pasar terutama di wilayah seperti Eropa, Asia, Cina, dan Amerika Selatan di mana Huawei mencapai sebagian besar pertumbuhannya dalam kuartal terakhir," kata Fitch dalam keterangan resmi.
Tensi dagang AS-Huawei dapat memberi Samsung kesempatan untuk mendapatkan kepemimpinan awal di pangsa pasar. Kendati demikian kesempatan ini akan tergantung pada berapa lama sanksi akan diterapkan.

Huawei adalah satu-satunya perusahaan besar yang menunjukkan pertumbuhan, dengan lonjakan volume pengiriman ponsel pada Q1 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama setahun silam.

Volume pengiriman global smartphone dalam tiga bulan pertama tahun ini turun 6,6 persen dari tahun lalu menjadi 311 juta unit.

Pangsa pasar pengiriman Huawei meningkat menjadi 19 persen pada Q1 2019, naik dari 12 persen pada Q1 2018, menutup kesenjangan dengan 23 persen pangsa Samsung.

Sementara itu, segmen handset Samsung menyusut pada kuartal pertama, dengan pendapatan menurun 6 persen dan laba operasi turun 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)