Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penumpang Pesawat Rontok Sampai 35 Persen


Kementerian Perhubungan mencatat penurunan penggunaan moda transportasi udara. Tren penurunan penumpang pesawat terjadi mulai H-7 (tujuh hari sebelum Lebaran) hingga hari kedua Lebaran.

Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Eddy Gunawan menerangkan penurunan penumpang pesawat di Jambi antara 20 sampai 25 persen. Di Ambon, turun 35,68 persen. Di Yogyakarta, turun 20 persen.

Namun demikian, ia mengaku belum bisa memastikan penurunan penumpang pesawat karena mahalnya harga tiket. "Fenomena (penurunan) ini masih kami pelajari," ujarnya, Jumat (7/6).

Sebab, ia juga mencatat penurunan penumpang di moda transportasi darat, bus. Sejak H-7 Lebaran, penurunan penumpang bus mencapai 47 persen.
Eddy berasumsi pemudik beralih menggunakan kereta api dan kendaraan pribadi pada Lebaran 2019.

"Kalau kereta itu kita dapat data kumulatif ya naik sekitar 6,48 persen. Jadi, terlihat ada perpindahan penumpang yang beralih ke kereta api dan angkutan pribadi. Kalau pribadi masih kami lihat data peningkatannya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Posko Harian Udara Agustono mengungkapkan penurunan jumlah penumpang pesawat disebabkan oleh animo masyarakat yang ingin menjajal infrastruktur Trans Jawa dan Trans Sumatra.

Alasan lain, ia mensinyalir mahalnya harga tiket pesawat membuat masyarakat yang tak berdaya beli beralih ke jalur darat demi melakukan tradisi mudik.

"Harga tiket (pesawat), infrastruktur yang ada sudah lancar, terutama Trans Jawa dan Trans Sumatera sudah bagus. Dengan nilai tiket yang daya beli masyarakat tidak dapat terpenuhi, maka alternatifnya mereka gunakan transportasi darat dan angkutan laut," tandas Agustono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini