Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Penumpang Pesawat Rontok Sampai 35 Persen


Kementerian Perhubungan mencatat penurunan penggunaan moda transportasi udara. Tren penurunan penumpang pesawat terjadi mulai H-7 (tujuh hari sebelum Lebaran) hingga hari kedua Lebaran.

Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Eddy Gunawan menerangkan penurunan penumpang pesawat di Jambi antara 20 sampai 25 persen. Di Ambon, turun 35,68 persen. Di Yogyakarta, turun 20 persen.

Namun demikian, ia mengaku belum bisa memastikan penurunan penumpang pesawat karena mahalnya harga tiket. "Fenomena (penurunan) ini masih kami pelajari," ujarnya, Jumat (7/6).

Sebab, ia juga mencatat penurunan penumpang di moda transportasi darat, bus. Sejak H-7 Lebaran, penurunan penumpang bus mencapai 47 persen.
Eddy berasumsi pemudik beralih menggunakan kereta api dan kendaraan pribadi pada Lebaran 2019.

"Kalau kereta itu kita dapat data kumulatif ya naik sekitar 6,48 persen. Jadi, terlihat ada perpindahan penumpang yang beralih ke kereta api dan angkutan pribadi. Kalau pribadi masih kami lihat data peningkatannya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Posko Harian Udara Agustono mengungkapkan penurunan jumlah penumpang pesawat disebabkan oleh animo masyarakat yang ingin menjajal infrastruktur Trans Jawa dan Trans Sumatra.

Alasan lain, ia mensinyalir mahalnya harga tiket pesawat membuat masyarakat yang tak berdaya beli beralih ke jalur darat demi melakukan tradisi mudik.

"Harga tiket (pesawat), infrastruktur yang ada sudah lancar, terutama Trans Jawa dan Trans Sumatera sudah bagus. Dengan nilai tiket yang daya beli masyarakat tidak dapat terpenuhi, maka alternatifnya mereka gunakan transportasi darat dan angkutan laut," tandas Agustono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)