Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

13 Juta Data Pribadi Dihargai Rp20 Juta


Ahli Digital Forensik menemukan 7,5 miliar data pribadi masyarakat telah bocor secara global. CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah mengatakan peretas menjual 13 juta data pribadi dengan harga Rp 20 juta di dark web dan deep web.

Ruby menjelaskan para peretas memilih metode pembayaran dengan menggunakan mata uang kripto. Pasalnya mata uang kripto ini bagi peretas lebih sulit dilacak.

"Kalau mereka lebih memilih untuk dibayar melalui bitcoin karena sulit terlacak. 13 juta data itu dihargai Rp20 juta dan mereka lebih memilih untuk dibayar lewat Bitcoin," ujar Ruby saat diskusi Perlindungan Data Pribadi (PDP) di kantor Badan Siber Sandi Negara, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Ruby menjelaskan di Indonesia sendiri kebocoran data tidak hanya berasal dari e-commerce atau fintech. Akan tetapi juga portal pencari kerja mulai dari Jobstreet hingga LinkedIn.

"Kebocoran data juga terjadi di level bawah seperti informasi data alumni, termasuk kebocoran data dari Yahoo. Beberapa tahun belakangan portal online di Indonesia mulai diserang mungkin karena pengguna startup tinggi," ujar Ruby.

Ruby mengatakan data yang bocor berupa nama lengkap, alamat, email, nomor ponsel, password yang terenkripsi, hingga alamat IP. Ruby mengatakan kebocoran data salah satunya berasal dari e-commerce berstatus Unicorn di Indonesia.

Akan tetapi, Ruby kecewa ketika pemerintah percaya saat e-commerce tersebut mengatakan tidak ada data yang bocor. Padahal pemerintah menurut Ruby bisa melakukan digital forensik untuk membuktikan apakah data tersebut bocor atau tidak.
Ruby mencurigai di antara data yang bocor, terdapat data nasional yang bocor. Ia mengatakan hal tersebut karena ada beberapa pihak yang mencoba untuk mengancam keamanan nasional.

"Dari situ, menurut analisis yang lebih dalam, tidak hanya data pribadi masyarakat, kami mengkhawatirkan adanya masalah keamanan nasional di dalam bila ada data-data pihak tertentu yang tadinya harusnya rahasia dan tidak terpublikasikan dan ternyata ada datanya di situ," ujar Ruby.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)