Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Militer Suriah Gempur Basis Pemberontak di Aleppo, 21 Tewas


Sebanyak 21 orang penduduk sipil, termasuk sembilan anak, tewas dalam serangan militer Suriah ke basis pemberontak di wilayah barat laut Suriah pada Selasa (28/5).

Serangan itu terjadi di sebuah jalan di desa Kafr Halab, ujung utara provinsi Aleppo yang saat itu dipenuhi warga menjelang berbuka puasa. Sebanyak 22 rumah sakit dan klinik di kota Idlib turut menjadi sasaran serangan udara dan peluru artileri.
"Fasilitas (rumah sakit) dikabarkan sedang dalam perbaikan akibat kerusakan struktural yang parah," jelas David Swanson selaku juru bicara kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir Reuters, Rabu (29/5).

Informasi beredar menyebutkan deretan kedai di pinggir jalan tersebut ikut hancur.


Insiden ini menjadi serangan susulan militer Suriah karena sebelumnya telah menyerang provinsi Idlib hingga menewaskan 31 penduduk sipil pada Minggu (26/5) dan Senin (27/5).

Setidaknya 280 penduduk sipil menjadi korban dalam lonjakan serangan yang terjadi.
Wilayah Idlib serta daerah lainnya di provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia saat ini memang dikuasai oleh kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham yang terhubung dengan Al-Qaeda.

Wakil kepala bantuan PBB, Ursula Mueller, menginformasikan Dewan Keamanan bahwa ada sekitar 270 ribu orang telah diungsikan sejak terjadinya serangan di Idlib April lalu. PBB telah memperingatkan serangan habis-habisan itu akan mengakibatkan bencana kemanusiaan terhadap tiga juta penduduk setempat.

Awal bulan ini, pihak AS sempat melaporkan bahwa rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad melakukan "serangan" kimia pada 19 Mei selama pergolakannya di wilayah Idlib.

Pengawas internasional juga mengatakan pasukan Presiden Assad telah meluncurkan serangkaian serangan kimia dalam sebuah perang saudara brutal. Lebih dari 370 ribu orang tewas sedangkan jutaan lainnya mengungsi sejak 2011 silam.
Sementara, pemerintah Suriah membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)