Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Militer Suriah Gempur Basis Pemberontak di Aleppo, 21 Tewas


Sebanyak 21 orang penduduk sipil, termasuk sembilan anak, tewas dalam serangan militer Suriah ke basis pemberontak di wilayah barat laut Suriah pada Selasa (28/5).

Serangan itu terjadi di sebuah jalan di desa Kafr Halab, ujung utara provinsi Aleppo yang saat itu dipenuhi warga menjelang berbuka puasa. Sebanyak 22 rumah sakit dan klinik di kota Idlib turut menjadi sasaran serangan udara dan peluru artileri.
"Fasilitas (rumah sakit) dikabarkan sedang dalam perbaikan akibat kerusakan struktural yang parah," jelas David Swanson selaku juru bicara kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir Reuters, Rabu (29/5).

Informasi beredar menyebutkan deretan kedai di pinggir jalan tersebut ikut hancur.


Insiden ini menjadi serangan susulan militer Suriah karena sebelumnya telah menyerang provinsi Idlib hingga menewaskan 31 penduduk sipil pada Minggu (26/5) dan Senin (27/5).

Setidaknya 280 penduduk sipil menjadi korban dalam lonjakan serangan yang terjadi.
Wilayah Idlib serta daerah lainnya di provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia saat ini memang dikuasai oleh kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham yang terhubung dengan Al-Qaeda.

Wakil kepala bantuan PBB, Ursula Mueller, menginformasikan Dewan Keamanan bahwa ada sekitar 270 ribu orang telah diungsikan sejak terjadinya serangan di Idlib April lalu. PBB telah memperingatkan serangan habis-habisan itu akan mengakibatkan bencana kemanusiaan terhadap tiga juta penduduk setempat.

Awal bulan ini, pihak AS sempat melaporkan bahwa rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad melakukan "serangan" kimia pada 19 Mei selama pergolakannya di wilayah Idlib.

Pengawas internasional juga mengatakan pasukan Presiden Assad telah meluncurkan serangkaian serangan kimia dalam sebuah perang saudara brutal. Lebih dari 370 ribu orang tewas sedangkan jutaan lainnya mengungsi sejak 2011 silam.
Sementara, pemerintah Suriah membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025