Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Trump akan kembali bertemu Kim Jong-un pada 2019

PT.bestprofit - Amerika Serikat dan Korea Utara kini tengah membahas rencana pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un pada 2019."Rencana ini sedang dibahas.

Kami pastikan pertemuan ini akan terjadi setelah Tahun Baru ta[i kapan dan tempatnya masih dibahas," kata Wakil Presiden Mike Pence kepada wartawan usai bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, seperti dilansir laman Reuters, Kamis (15/11).


Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi NBC News, Pence menuturkan AS tidak meminta Korut untuk menyerahkan daftar lengkap senjata nuklir dan lokasinya sebelum pertemuan tapi tatap muka itu harus menghasilkan rencana konkret.

"Menurut saya tidak bisa tidak, dalam   pertemuan nanti kita harus punya rencana untuk mengidentifikasi semua senjata, lokasi, dan mengizinkan tim pemeriksa ke lokasi dan melucuti senjata nuklir," ujar Pence.


Sebuah lembaga peneliti AS Senin lalu mengidentifikasi sedikitnya 13 dari 20 lokasi aktif peluncuran rudal di Korut.


Korea Utara sebelumnya sudah membuat kesepakatan dengan sejumlah negara di kawasan pada 1994 dan 2005 untuk melucuti program nuklir mereka bagi kepentingan ekonomi dan diplomatik, namun perjanjian itu dilanggar Pyongyang  secara diam-diam yang terus membangun fasilitas peluncuran senjata nuklir.

Kunjungi :www.ptbestprofit.com

Trump pekan lalu mengatakan dia tidak buru-buru ingin bertemu Kim buat kedua kalinya.
sumber:merdeka.com

Lihat Di Youtube : KEGIATAN PT.BESTPROFIT FUTURES

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?