18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

  Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI? MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes. Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI. Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026: Sektor Perbankan - PT Bank Central Asi...

Ilmuwan Inggris Dituduh Mata-Mata Oleh UEA Dibebaskan


Ilmuwan Inggris Dituduh Mata-Mata Oleh UEA Dibebaskan Ilustrasi penjara.
Jakarta,PT.Bestprofit -- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan mengampuni akademisi asal Inggris, Matthew Hedges yang pada Minggu pekan lalu dijatuhi vonis seumur hidup oleh pengadilan setempat karena dituduh menjadi mata-mata. Namun, pemerintah Inggris tetap menyangkal kalau lelaki berusia 31 tahun itu adalah agen intelijen mereka.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/11), presiden UEA memutuskan membebaskan Hedges pada Senin kemarin. Namun, sebelum hal itu terjadi mereka menampilkan rekaman yang menyatakan mahasiswa pascasarjana Universitas Durham itu mengaku sebagai agen Badan Intelijen Inggris, MI6.

"Dia 100 persen adalah agen rahasia dan bertujuan mencuri rahasia negara UEA," kata Juru Bicara UEA, Jabir al-Lamki.
Menurut Lamki, Hedges mengumpulkan informasi tentang latar belakang para pejabat dan keluarga mereka di UEA, serta jejaringnya.


"Hedges mengumpulkan banyak kenalan saat bekerja di Institut Analisis Militer Kawasan Timur Dekat dan Teluk (INEGMA) berbasis di Dubai, yang kemudian kembali ke UEA untuk bertugas menyamar sebagai mahasiswa," ujar Lamki.

Meski demikian, keluarga Hedges menyangkal tuduhan itu. Pemerintah Inggris juga membantah kalau Hedges adalah agen mata-mata mereka, tetapi mereka senang atas keputusan UEA.

"Meskipun kami tidak sepakat dengan tuduhan itu, kami berterima kasih kepada pemerintah UEA yang menyelesaikan masalah itu dengan segera," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt.

Matthew ditangkap pada 5 Mei di Bandara Dubai saat hendak meninggalkan negara itu. Dia kemudian ditahan selama lebih dari 6 bulan di penjara di UEA. Dia menyatakan pergi ke sana dengan tujuan ingin merampungkan tesisnya.

Putusan untuk Matthew dibacakan di pengadilan Abu Dhabi. Menurut sang istri, Daniela Tejada (27), suaminya gemetar ketika hakim membacakan putusan. Kini Hedges sudah dipulangkan ke negara asalnya.sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)