Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tangkal China, Jepang Kaji Pembelian 100 Jet Tempur Siluman AS

Tangkal China, Jepang Kaji Pembelian 100 Jet Tempur Siluman AS 
 Jet tempur F-35 (Foto: Getty Images)






PT.Bestprofit - Tokyo - Jepang tengah mempertimbangkan pembelian hingga 100 jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat seharga lebih dari US$ 8,8 miliar. Pertimbangan ini dilakukan seiring upaya Jepang untuk menangkal meningkatnya keberadaan militer China di wilayah tersebut.

Menurut harian Nikkei edisi malam seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/11/2018), Jepang telah setuju untuk membeli 42 jet tempur siluman F-35 dari AS dan kini tengah mengkaji pembelian hingga 100 unit F-35 lainnya, dengan nilai lebih dari 1 triliun yen (US$ 8,8 miliar).

Menurut harian bisnis tersebut, kabinet diperkirakan akan menyetujui rencana pembelian itu pada pertengahan Desember mendatang, saat pedoman program pertahanan negara dirilis.


Baca juga:


Atas pemberitaan ini, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang menolak memberikan konfirmasi. Namun dikatakannya: "Semua hal yang berkaitan dengan pembelian tambahan saat ini tengah dalam pertimbangan."

Sebelumnya pada September lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump: "Memperkenalkan peralatan militer berkualitas tinggi, termasuk peralatan AS, adalah penting untuk memperkuat pertahanan Jepang."

Sumber pemerintah Jepang mengatakan kepada media Kyodo News, pemerintah Jepang juga tengah mempertimbangkan untuk memperbarui kapal induk helikopternya sehingga bisa mengangkut dan meluncurkan jet-jet tempur.



Ketika ditanya mengenai pembaruan kapal-kapal induk tersebut, Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya mengatakan kepada para wartawan: "Kita ingin menggunakannya untuk sebanyak mungkin tujuan."

Di bawah konstitusi pasifis Jepang, militer negara tersebut telah lama dibatasi untuk membela diri dan negara tersebut sangat bergantung pada AS di bawah aliansi keamanan bilateral.
sumber:detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?