Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Tangkal China, Jepang Kaji Pembelian 100 Jet Tempur Siluman AS

Tangkal China, Jepang Kaji Pembelian 100 Jet Tempur Siluman AS 
 Jet tempur F-35 (Foto: Getty Images)






PT.Bestprofit - Tokyo - Jepang tengah mempertimbangkan pembelian hingga 100 jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat seharga lebih dari US$ 8,8 miliar. Pertimbangan ini dilakukan seiring upaya Jepang untuk menangkal meningkatnya keberadaan militer China di wilayah tersebut.

Menurut harian Nikkei edisi malam seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/11/2018), Jepang telah setuju untuk membeli 42 jet tempur siluman F-35 dari AS dan kini tengah mengkaji pembelian hingga 100 unit F-35 lainnya, dengan nilai lebih dari 1 triliun yen (US$ 8,8 miliar).

Menurut harian bisnis tersebut, kabinet diperkirakan akan menyetujui rencana pembelian itu pada pertengahan Desember mendatang, saat pedoman program pertahanan negara dirilis.


Baca juga:


Atas pemberitaan ini, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang menolak memberikan konfirmasi. Namun dikatakannya: "Semua hal yang berkaitan dengan pembelian tambahan saat ini tengah dalam pertimbangan."

Sebelumnya pada September lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump: "Memperkenalkan peralatan militer berkualitas tinggi, termasuk peralatan AS, adalah penting untuk memperkuat pertahanan Jepang."

Sumber pemerintah Jepang mengatakan kepada media Kyodo News, pemerintah Jepang juga tengah mempertimbangkan untuk memperbarui kapal induk helikopternya sehingga bisa mengangkut dan meluncurkan jet-jet tempur.



Ketika ditanya mengenai pembaruan kapal-kapal induk tersebut, Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya mengatakan kepada para wartawan: "Kita ingin menggunakannya untuk sebanyak mungkin tujuan."

Di bawah konstitusi pasifis Jepang, militer negara tersebut telah lama dibatasi untuk membela diri dan negara tersebut sangat bergantung pada AS di bawah aliansi keamanan bilateral.
sumber:detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025