Biaya cas mobil listrik di Irlandia kini setara bensin dan diesel

  Biaya pengisian mobil listrik di stasiun pengisian umum di Irlandia kini disebut sudah setara dengan biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, setelah operator pengisian daya kembali menaikkan tarif di tengah gejolak pasar energi. Dikutip dari Extra.ie, tarif pengisian publik untuk mobil listrik di Irlandia kini menjadi yang ketiga tertinggi di Eropa. Pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga menghadapi kenaikan harga di titik pengisian umum, dengan operator Ionity menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai salah satu pemicu lonjakan biaya. Ionity menaikkan tarif pengisian di gerai Circle K dari 81,5 sen euro per kWh menjadi 85 sen euro per kWh, atau naik sekitar 4%. Kenaikan ini membuat biaya pengisian daya di jaringan tersebut setidaknya setara dengan ongkos penggunaan bensin atau diesel jika dihitung per kilometer. Kenaikan tarif itu memicu kekhawatiran bahwa minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan semakin ...

Konflik di Laut Hitam, Rusia Tahan 3 Kapal Ukraina


Konflik di Laut Hitam, Rusia Tahan 3 Kapal Ukraina Ilustrasi Angkatan Laut Rusia di Semenanjung Krimea. (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Rusia dikabarkan menahan 3 buah kapal milik Angkatan Laut Ukraina pada Minggu waktu setempat. Hal itu membuat hubungan kedua negara tetangga itu kembali tegang dan membuka peluang terjadinya konflik baru, selepas Negeri Beruang Merah mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina empat tahun lalu.

Menurut Badan Intelijen Rusia (FSB), insiden itu terjadi ketika dua kapal AL Ukraina berukuran kecil dilengkapi meriam yang mengawal sebuah kapal tunda melintas di Laut Hitam dekat Semenanjung Krimea. AL Rusia lantas siaga dan memblokir perairan dengan menempatkan kapal tanker dan kapal penjaga pantai di perairan itu.
 

Hanya saja, Rusia beralasan 
kapal AL Ukraina tetap melintas dan mengabaikan peringatan. Mereka lantas terlibat duel dengan masing-masing melancarkan manuver. Alhasil, penjaga pantai Rusia melepaskan tembakan ke arah kapal AL Ukraina dan melukai sejumlah pelaut.

"Kami terpaksa menggunakan senjata untuk menghentikan kapal perang Ukraina. Hasilnya, kami menyita tiga kapal Ukraina yang disita," demikian pernyataan FSB, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (26/11).


Angkatan Udara Rusia juga mengirim sebuah helikopter dan dua jet tempur untuk berpatroli di Laut Hitam. Mereka menyatakan kapal perang Ukraina dan helikopter tempur itu bahkan sudah dalam keadaan saling kunci dan siap melepaskan tembakan.

Menurut versi Ukraina, Rusia justru menyerang dan menyita kapal setelah menjauh dan hendak kembali Pelabuhan Laut Hitam di Odessa. Mereka mengaku Rusia bertindak agresif dengan menabrak dan menembaki kapal itu.

"Setelah kami pergi sejauh 12 mil laut, FSB menembaki armada kecil AL Ukraina," demikian pernyataan angkatan bersenjata Rusia.

Karena hal itu, Presiden Ukraina Petro Poroshenko menggelar rapat darurat dengan petinggi militer dan penasihat keamanannya. Dia juga mendesak parlemen supaya menetapkan status darurat militer atas sikap Rusia.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan akan menggelar rapat darurat pada pukul 11.00 waktu New York, Amerika Serikat untuk membahas masalah itu. Kabarnya permintaan itu disampaikan langsung oleh Ukraina dan Rusia.


Konflik antara Rusia dan Ukraina belum reda sejak pencaplokan Krimea pada 2014. Ukraina menuding Rusia menghasut penduduk di perbatasan sebelah timur dengan mengirim tentara bayaran dan mempersenjatai kelompok separatis.sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)