Biaya cas mobil listrik di Irlandia kini setara bensin dan diesel

  Biaya pengisian mobil listrik di stasiun pengisian umum di Irlandia kini disebut sudah setara dengan biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, setelah operator pengisian daya kembali menaikkan tarif di tengah gejolak pasar energi. Dikutip dari Extra.ie, tarif pengisian publik untuk mobil listrik di Irlandia kini menjadi yang ketiga tertinggi di Eropa. Pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga menghadapi kenaikan harga di titik pengisian umum, dengan operator Ionity menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai salah satu pemicu lonjakan biaya. Ionity menaikkan tarif pengisian di gerai Circle K dari 81,5 sen euro per kWh menjadi 85 sen euro per kWh, atau naik sekitar 4%. Kenaikan ini membuat biaya pengisian daya di jaringan tersebut setidaknya setara dengan ongkos penggunaan bensin atau diesel jika dihitung per kilometer. Kenaikan tarif itu memicu kekhawatiran bahwa minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan semakin ...

Singapura,Tak Akan tandatangani Perjanjian Dagang Indonesia Australia

PT.BESTPROFIT - Meski sudah disepakati belum jelas kapan perjanjian dagang bebas antara Indonesia dan Australia akan ditandatangani oleh pemimpin kedua negara dalam waktu dekat.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT Asia Timur di Singapura 14-15 November, namun keduanya tidak akan melakukan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas tersebut.

Dalam keterangannya kepada media sebelum meninggalkan Australia, PM Scott Morrison mengatakan bahwa sekarang 'terserah kepada pihak Indonesia' kapan mau melakukan penandatangan perjanjian tersebut.

 Lihat juga di youtube :KEGIATAN PT.BESTPROFIT FUTURES

"Australia tidak terburu-buru untuk menandatangani kesepakatan ini. Niat kami adalah melihat bahwa menteri perdagangan kedua negara akan mencapai kesepakatan di akhir tahun, namun kami tidak terburu-buru." kata Morrison hari Senin (12/11/2018).

Masalah yang mengganjal bagi penandatangan adalah kebijakan baru yang diungkapkan oleh PM Scott Morrison beberapa minggu lalu mengenai kemungkinan pemindahan kedutaan Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dilaporkan minggu lalu bahwa Indonesia ingin
 adanya kepastian bahwa Australia tidak akan melakukan hal tersebut dan jaminan itu dimasukkan ke dalam perjanjian dagang.
Menurut PM Scott Morrison, dalam pembicaraan dengan Presiden Jokowi di Singapura, dia akan menjelaskan posisi Canberra mengenai perubahan kedutaan tersebut.

Namun Morrison mengatakan bahwa dalam soal perjanjian perdagangan bebas, PM Morrison mengatakan Australia tidak berusaha mengkaitkan masalah lain ke dalam perundingan perdagangan bebas.

"Australia selalu melihat masalah ini sesuai dengan kepentingannya. Kami tidak pernah mencampurkan masalah yang tidak berkenaan dengan kebijakan, ketika membicarakan perjanjian seperti ini." kata Morrison lagi seperti dikutip oleh media di Australia.

Saat ini di Gold Coast (Queensland) sedang dilangsungkan pertemuan tahunan Australia Indonesia Business Council (Dewan Bisnis Australia Indonesia) yang dihadiri oleh kalangan pebisnis kedua negara termasuk Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Di konferensi tersebut, Thomas Lembong yang dikutip oleh harian bisnis Australian Finance Review mengatakan bahwa sudah pasti perjanjian perdagangan bebas Australia dan Indonesia tidak akan ditandatangani di Singapura minggu lalu, namun dia yakin bahwa pada akhirnya kesepakatan akan ditandatangani.

Namun dalam pertemuan itu, beberapa pembicara lain menyampaikan kekhawatiran bahwa proses pengesahan di parlemen yang akan lebih menyulitkan dibandingkan penandatanganan oleh pejabat eksekutif kedua negara. sumber:detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)