Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Pembangunan LRT Jabodebek Baru Capai 49,1 Persen

Pembangunan LRT Jabodebek Baru Capai 49,1 Persen 
PT.Bestprofit - Pembangunan proyek Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) fase 1 baru mencapai 49,1 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

"Pelaksanaan pembangunan prasarana LRT wilayah Jabodetabek fase 1 direncanakan selesai pada tahun 2019," ujar Corporate Communication Manager PT Adhi Karya, Farid Budiyanto, Kamis (29/11), mengutip ANTARA.

Farid menambahkan, LRT Jabodebek fase 1 dibagi menjadi tiga lintasan. Rinciannya, pembangunan lintasan Cawang-Cibubur mencapai 71,3 persen dan jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 37,2 persen. Sedangkan pembangunan lintasan Cawang-Bekasi Timur mencapai 41,8 persen.


Lihat juga:


Seperti diketahui, Adhi Karya membangun LRT Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai investasi sebesar Rp22,8 triliun. Pembangunan LRT fase 1 meliputi lintasan 1 dari Cawang-Cibubur, lintasan 2 dari Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan lintasan 3 yakni Cawang-Bekasi Timur.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 11 sampai 17 akan dilakukan bergantian dengan pembangunan tol layang (elevated), dan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Budi mengaku belum bisa merinci skema dari ketiga pembangunan proyek tersebut. Namun, dalam rapat yang digelar pihaknya terkait kemacetan Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis, (22/11) lalu, telah ditentukan titik-titik yang dapat dikatakan rawan macet.

"Intinya mereka (pembangunan 3 proyek) akan dilakukan bergantian," kata Budi di Jakarta, Senin

sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025