Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pembangunan LRT Jabodebek Baru Capai 49,1 Persen

Pembangunan LRT Jabodebek Baru Capai 49,1 Persen 
PT.Bestprofit - Pembangunan proyek Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) fase 1 baru mencapai 49,1 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

"Pelaksanaan pembangunan prasarana LRT wilayah Jabodetabek fase 1 direncanakan selesai pada tahun 2019," ujar Corporate Communication Manager PT Adhi Karya, Farid Budiyanto, Kamis (29/11), mengutip ANTARA.

Farid menambahkan, LRT Jabodebek fase 1 dibagi menjadi tiga lintasan. Rinciannya, pembangunan lintasan Cawang-Cibubur mencapai 71,3 persen dan jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 37,2 persen. Sedangkan pembangunan lintasan Cawang-Bekasi Timur mencapai 41,8 persen.


Lihat juga:


Seperti diketahui, Adhi Karya membangun LRT Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai investasi sebesar Rp22,8 triliun. Pembangunan LRT fase 1 meliputi lintasan 1 dari Cawang-Cibubur, lintasan 2 dari Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan lintasan 3 yakni Cawang-Bekasi Timur.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 11 sampai 17 akan dilakukan bergantian dengan pembangunan tol layang (elevated), dan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Budi mengaku belum bisa merinci skema dari ketiga pembangunan proyek tersebut. Namun, dalam rapat yang digelar pihaknya terkait kemacetan Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis, (22/11) lalu, telah ditentukan titik-titik yang dapat dikatakan rawan macet.

"Intinya mereka (pembangunan 3 proyek) akan dilakukan bergantian," kata Budi di Jakarta, Senin

sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?